Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Frekuensi ke toilet bertambah, tidur malam terputus, hingga harus mengejan agar urine keluar sering dianggap wajar setelah usia 50 tahun. Padahal, keluhan itu bisa menjadi sinyal gangguan prostat, terutama pada pria, yang perlu diperiksa sejak dini.

Hal itu disampaikan dokter spesialis urologi subspesialis onkologi dr. Andar R. Siregar, Sp.U, Subsp.Onk.(K), MARS, dalam diskusi tentang gangguan prostat di Jakarta, pekan lalu (17/9/2026). Ia menjelaskan, bertambahnya usia berkaitan erat dengan pembesaran prostat sekaligus meningkatnya risiko kanker prostat.

Prostat sendiri adalah kelenjar sebesar kacang kenari yang berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Ketika kelenjar ini membesar dan menekan uretra, aliran urine ikut terganggu.

Gangguan yang paling sering ditemukan adalah benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. BPH bukan kanker, tetapi dialami sekitar 50 persen pria usia 60-an dan meningkat hingga sekitar 90 persen pada pria di atas 80 tahun.

| Baca Juga: Mendengarkan Sinyal Tubuh: Kunci Deteksi Dini Kanker dan TBC

Keluhannya bisa berupa pancaran urine melemah, sulit memulai buang air kecil, sering terbangun malam hari, hingga merasa kandung kemih belum kosong. Kebiasaan mengejan, kata dr. Andar, tidak boleh disepelekan.

“Kita enggak perlu mengejan buat kencing. Kalau teman-teman mengejan, itu sudah tanda peringatan sebenarnya,” ujarnya.

Meski begitu, sering buang air kecil belum tentu karena prostat. Gangguan seperti peradangan prostat, diabetes, gangguan kandung kemih, batu, hingga infeksi juga bisa menjadi penyebab.

Untuk membedakannya, dokter dapat meminta pasien mencatat jumlah minum serta frekuensi dan volume urine dalam bladder diary.

| Baca Juga: Konsultasi Genetik jadi Cara Deteksi Risiko Kanker Turunan hingga Rencanakan Kehamilan

Yang perlu diwaspadai adalah kanker prostat, karena pada tahap awal sering tidak bergejala. Ketika gejala muncul pun, keluhannya menyerupai BPH. Selain usia, riwayat kanker prostat pada ayah atau saudara laki-laki serta mutasi genetik seperti BRCA meningkatkan risiko.

“Mungkin kalau ada yang ayahnya sudah kena kanker prostat, itu sudah mulai harus hati-hati, harus segera skrining lebih awal,” kata dr. Andar.

1 2 3

Tags: