Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Pria umumnya disarankan mulai memperhatikan pemeriksaan prostat pada usia 50 tahun, sedangkan yang memiliki riwayat keluarga dapat memulai sekitar usia 45 tahun.

Pemeriksaan dilakukan lewat tes darah Prostate-Specific Antigen (PSA). Bila kadarnya melebihi 4,0 ng/mL, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan seperti MRI.

| Baca Juga: Dari Siaran Radio ke Pita Kuning: Perjalanan Pandji dan Steny Menemani Anak-Anak Kanker

Faktor yang masih bisa dikendalikan antara lain kurang gerak, obesitas, hipertensi, dan pola makan tinggi lemak jenuh. Karena itu, gaya hidup sehat dianjurkan. Seperti rutin berolahraga, menjaga berat badan, menghindari rokok, membatasi alkohol, serta memperbanyak sayuran dan kedelai.

Tomat yang dimasak juga disarankan karena kandungan likopennya lebih mudah diserap tubuh, sementara daging merah cukup tidak berlebihan.

Adapun penggunaan celana ketat, sauna, dan bersepeda tidak terbukti secara langsung menyebabkan BPH maupun kanker prostat.

Prostat membesar tidak selalu berujung operasi. Pada keluhan ringan, dokter dapat memilih observasi dan perubahan gaya hidup, atau obat seperti tamsulosin dan finasteride.

| Baca Juga: Soal Atap Asbes Bisa Picu Kanker Paru, Ini Penjelasan dari Dokter

Jika obat tidak cukup, tersedia sejumlah prosedur, mulai dari TURP untuk prostat di bawah sekitar 80 gram, enukleasi berbasis laser (HoLEP dan ThuLEP) yang dapat dipakai pada berbagai ukuran prostat, hingga Rezum yang memakai uap air panas.

Untuk kanker yang masih terlokalisasi, pilihannya mencakup pengangkatan prostat, termasuk dengan bantuan robotik, serta terapi fokal seperti HIFU dan cryotherapy. Pada stadium lanjut, terapi hormonal dapat digunakan.

Setelah operasi pun, pemantauan tetap diperlukan. Pasien umumnya diminta memeriksa PSA setiap tiga hingga enam bulan karena kekambuhan bisa muncul beberapa tahun kemudian.

“Walaupun operasi sukses, tetap ada risiko kekambuhan. Jadi enggak 100 persen habis operasi bakal bersih,” kata dr. Andar.

1 2 3

Tags: