Serangan Jantung Bisa Menyerang Usia 20-an, Dokter Ungkap Faktor Risiko yang Sering Diabaikan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Serangan jantung masih sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Anggapan ini justru bisa membuat anak muda lengah, padahal serangan jantung bisa terjadi sejak usia 20-an, terutama ketika faktor risiko seperti konsumsi rokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan pola makan tidak sehat mulai menumpuk.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar (K), mengingatkan bahwa usia muda bukan jaminan seseorang terbebas dari penyakit jantung.
Ia bahkan pernah menangani pasien berusia 24 tahun yang mengalami serangan jantung akibat kebiasaan merokok hingga 30 batang sehari, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan sumbatan total pada pembuluh darah jantungnya.
“Saya masih muda, enggak mungkinlah serangan jantung. Perlu diketahui, serangan jantung itu sering terjadi di usia antara 20 sampai 45 tahun,” ujar Rizky saat peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
| Baca Juga: Jangan Tunggu Muncul Keluhan, Annisa Pohan Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan Jantung
Kasus tersebut menunjukkan bahwa kerusakan pembuluh darah bisa berlangsung perlahan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya muncul sebagai kejadian akut yang mengancam nyawa.
Secara keseluruhan, penyakit kardiovaskular pun masih menjadi penyebab kematian nomor satu, mencakup berbagai kondisi mulai dari penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, penyakit katup, hingga penyakit jantung bawaan.
Di antara berbagai faktor risiko, Rizky memberi perhatian khusus pada hipertensi, yang kini disebut telah bergeser menjadi faktor risiko nomor satu menggantikan kebiasaan merokok. Sekitar satu dari tiga orang Indonesia mengalami tekanan darah tinggi, salah satunya dipicu pola makan tinggi garam.
“Orang Indonesia suka makan asin. Padahal garam kita itu cuma satu sendok teh sehari semalam,” ujar Rizky.
| Baca Juga: Penyakit Jantung Rematik, Bahaya Tersembunyi di Balik Sakit Tenggorokan Anak
Ia menjelaskan, plak dalam pembuluh darah terbentuk secara bertahap akibat kolesterol dan faktor risiko lain, hingga akhirnya menyebabkan penyempitan dan sumbatan. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sebaiknya dilakukan sejak dini, bukan menunggu keluhan muncul.
Masyarakat juga perlu mengenali tanda serangan jantung agar tidak terlambat mendapat pertolongan. Nyeri dada yang menjalar ke punggung atau lengan kiri disertai keringat dingin perlu diwaspadai, bukan dianggap sebagai masuk angin biasa.
1 2







