Serangan Jantung Bisa Menyerang Usia 20-an, Dokter Ungkap Faktor Risiko yang Sering Diabaikan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google“Kalau ada pasien atau tetangga yang sakit dada, menjalar ke punggung atau lengan kiri, kemudian keringat dingin sampai bajunya basah, itu bisa merupakan serangan jantung. Coba bawa ke dokter,” tutur Rizky.
Waktu penanganan sangat menentukan besarnya kerusakan otot jantung. Rizky menyebut pasien memiliki waktu hingga sekitar 12 jam, tetapi tiga jam pertama adalah periode paling krusial untuk mencegah otot jantung mati. Pengetahuan bantuan hidup dasar juga penting dimiliki masyarakat agar bisa memberi pertolongan pertama sebelum tenaga medis tiba.
| Baca Juga: Mengejan Saat Buang Air Kecil Bukan Tanda Menua Biasa, Cek Prostat Sebelum Terlambat
Dari sisi pembiayaan, beban penyakit jantung juga besar. Rizky menyebut pengeluaran BPJS untuk penyakit kardiovaskular mencapai sekitar Rp23 triliun, dengan biaya pemasangan ring sekitar Rp13,5 juta per tindakan.
“Manajemen faktor risikonya sangat penting. Kontrol tekanan darah, kolesterol, gula darah, semuanya harus diperhatikan,” tegasnya.
Rizky menyarankan pemeriksaan kesehatan jantung mulai dilakukan sejak usia di atas 20 tahun dan dilakukan secara berkala, kemudian setiap tahun setelah usia 40 tahun. Perhatian ekstra juga perlu diberikan bagi mereka dengan riwayat keluarga yang mengalami serangan jantung pada usia relatif muda.
Meski begitu, ia menegaskan pemeriksaan bukan berarti setiap orang harus hidup dalam kekhawatiran. “Kalau tidak hipertensi, tidak diabetes, tidak kolesterol tinggi, tidak ada keluarga yang sakit jantung, ya tidak perlu khawatir,” ujarnya.
| Baca Juga: Sudah Rajin Sikat Gigi, tapi Kebanyakan Masih Salah Soal Waktunya
Bagi Rizky, upaya promotif dan preventif menjadi kunci menghadapi penyakit jantung di Indonesia. Kesadaran untuk hidup sehat perlu tumbuh sebelum penyakit muncul, bukan setelah diagnosis dijatuhkan.
“Wellness dari masyarakat itu harus timbul dulu. Masyarakat mau sehat dulu. Kita kasih edukasi, supaya pengetahuan meningkat, wellness meningkat, kemudian perilakunya berubah,” kata Rizky.
Kasus pasien berusia 24 tahun yang ia ceritakan menjadi pengingat bahwa kerusakan pembuluh darah bisa dimulai jauh sebelum gejala pertama muncul. Menjaga tekanan darah, mengendalikan kolesterol dan gula darah, berhenti merokok, membatasi garam, serta rutin memeriksakan diri bukanlah langkah yang harus ditunggu sampai usia tua. (*)







