Ada Bagian Rambut yang Menipis, Mahalini Sempat Khawatir Diikat Rambut
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Rambut panjang dan tertata indah selama ini menjadi bagian dari penampilan Mahalini Raharja. Namun, di balik penampilannya di atas panggung, penyanyi itu pernah mengalami masalah rambut yang cukup mengejutkan. Perubahan hormon setelah kehamilan dan melahirkan membuat rambutnya rontok hingga beberapa bagian terlihat hampir botak.
Pengalaman tersebut bukan hanya mengubah cara Mahalini memandang penampilannya, tetapi juga membuatnya lebih memperhatikan kesehatan rambut. Terlebih, sebagai penyanyi yang kerap tampil di atas panggung, ia harus berhadapan dengan proses penataan rambut yang berulang, mulai dari pengeringan hingga penggunaan alat pengeriting bersuhu tinggi.
“Aku pernah mengalami rambut yang hampir botak di beberapa bagian karena hormon. Waktu hamil dan setelah melahirkan, perubahan hormon sangat berdampak pada pertumbuhan rambut. Aku cukup terkejut karena dari dulu rambutku panjang, tiba-tiba ada bagian yang menipis,” ungkap Mahalini saat berbincang tentang The Mahabadai Hair Forecast di Taman Literasi Blok M, Jakarta, Jumat (23/10).
Bagi Mahalini, perubahan kondisi rambut tersebut menjadi pengalaman yang tidak mudah diabaikan. Rambut yang sejak kecil identik dengan penampilannya tiba-tiba mengalami penipisan di beberapa bagian. Ia bahkan sempat merasa khawatir ketika hendak mengikat atau menata rambut karena takut bagian yang menipis terlihat.
| Baca Juga: Sempat Insecure, Mahalini Ungkap Perjuangan Atasi Rambut Rontok saat Hamil
Pengalaman itu pula yang membuatnya memahami bahwa rambut indah tidak cukup hanya mengandalkan penataan. Di tengah tren rambut badai yang identik dengan tampilan tebal, mengembang, dan bervolume, kesehatan rambut justru menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih dahulu.
“Aku sadar, rambut badai itu enggak cuma soal rambut yang kelihatan bagus pas di-styling, tetapi harus dimulai dari rambut yang tidak rontok dulu,” katanya.
Rambut Sering Ditata, Mahalini Harus Lebih Hati-hati
Kesibukan sebagai penyanyi membuat Mahalini terbiasa berganti gaya rambut untuk menunjang penampilannya. Rambut yang semula lurus dapat ditata menjadi bergelombang atau keriting sesuai kebutuhan panggung. Namun, proses tersebut juga membuat rambutnya berulang kali terpapar panas.
“Aku tuh kan sering di-styling. Dibuat curly bukan karena natural curly, pasti dikeringkan. Terus setelah itu, rambut aku pasti kena panas. Nah, itu juga bikin kering,” ujar Mahalini.
| Baca Juga: Minyak Rambut Terbaik Sesuai Kebutuhan, dari Rosemary hingga Argan
Penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi secara berulang memang dapat membuat batang rambut kehilangan kelembapan dan lebih rentan mengalami kerusakan. Rambut yang awalnya terlihat indah setelah ditata bisa menjadi kering, rapuh, dan mudah patah apabila tidak dirawat dengan tepat.
Dalam kondisi seperti itu, rambut yang tampak semakin tipis belum tentu seluruhnya disebabkan oleh kerontokan dari akar. Sebagian bisa terjadi karena batang rambut patah akibat kerusakan. Keduanya perlu dibedakan agar perawatan yang dilakukan sesuai dengan penyebabnya.
Beauty & Wellbeing R&D Demand Creation & Engagement Manager Unilever Indonesia, Marisa, menjelaskan bahwa kerontokan dari akar dapat dipengaruhi perubahan hormon, stres, asupan nutrisi yang kurang seimbang, dan kondisi kulit kepala. Sementara itu, rambut patah dapat berkaitan dengan kebiasaan menggunakan alat penata rambut bersuhu tinggi maupun proses pewarnaan.
Pengalaman Mahalini setelah melahirkan menunjukkan bahwa masalah rambut tidak selalu bisa dihindari hanya dengan mengubah cara menata rambut. Ketika perubahan hormon menjadi pemicu, diperlukan pemahaman mengenai penyebabnya, bukan sekadar mengandalkan produk perawatan.
| Baca Juga: Bukan Cuma Bumbu Masak, Ini Manfaat Daun Salam untuk Perawatan Rambut Rumahan
Lebih Disiplin Merawat Rambut dan Memperhatikan Pola Makan
Bagi Mahalini, merawat rambut kini bukan sekadar rutinitas untuk menunjang penampilan. Ia berusaha menjadikannya kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, termasuk memperhatikan pola makan sehari-hari.
“Aku sudah menjalani pola makan yang lebih bersih hampir empat tahun. Bukan berarti enggak makan, ya, tetapi lebih memperhatikan apa yang dikonsumsi,” ujarnya.
Pola makan seimbang menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk rambut. Meski demikian, kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda. Kerontokan yang berkaitan dengan kekurangan nutrisi sebaiknya ditangani dengan mengetahui kebutuhan tubuh, bukan dengan membatasi makanan secara berlebihan.
Selain memperhatikan asupan makanan, kebiasaan sehari-hari saat merawat rambut juga perlu diperhatikan. Mengurangi penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi, memperlakukan rambut dengan lembut ketika menyisir, serta memilih perawatan sesuai kondisi rambut dapat membantu meminimalkan risiko kerusakan.







