Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Jika diterapkan terhadap 274 lagu, jumlah maksimalnya mencapai sekitar 41,1 juta USD atau sekitar Rp744 miliar.

Penggugat juga meminta pengadilan menghentikan dugaan pelanggaran lebih lanjut dan memerintahkan pemusnahan salinan karya berhak cipta yang diperoleh tanpa izin.

| Baca Juga: Kanye West Gelar Konser di Jakarta, Ini Profil Rapper yang Kerap Tuai Kontroversi

Angka tersebut merupakan nilai tuntutan, bukan denda yang sudah dijatuhkan. Hingga berita ini disusun, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan Anthropic bersalah dalam perkara katalog Elvis tersebut.

Bukan Gugatan Pertama Anthropic

Sebelumnya, Anthropic juga menghadapi gugatan dari penerbit musik besar.

Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music menggugat perusahaan itu pada Agustus 2026 atas dugaan penggunaan ribuan hingga puluhan ribu komposisi musik untuk melatih Claude.

Universal Music Group, Concord Music Group, dan ABKCO juga terlibat dalam gugatan terpisah mengenai dugaan pelanggaran hak cipta lagu.

| Baca Juga: Konser di Macau, Zhao Lusi Bagikan 10 Ribu Lightstick Eksklusif Gratis

Perkara-perkara musik tersebut masih berjalan. Dalam kasus penerbit musik Universal dan rekan-rekannya, sidang pembahasan permohonan untuk menggugurkan sebagian gugatan dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026.

Anthropic juga pernah menghadapi perkara berbeda terkait penggunaan buku untuk pelatihan AI.

Sengketa itu diselesaikan melalui kesepakatan 1,5 miliar USD atau sekitar Rp27,18 triliun yang mendapat persetujuan akhir pengadilan pada Juli 2026. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: