Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Untuk membuat hidrogel tersebut, peneliti membekukan larutan gelatin terlebih dahulu agar terbentuk struktur internal yang terarah.

Material itu kemudian direndam dalam larutan garam khusus. Jenis ion dan lamanya perendaman dapat mengubah kekakuan serta kekuatannya, sehingga sifat gel bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.

| Baca Juga: Cuma Luka Kecil, Perlukah Ditutup? Dokter Ungkap Kesalahan yang Sering Dilakukan

Dalam uji praklinis pada tikus dengan cedera tendon Achilles, perbaikan menggunakan hidrogel menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan perbaikan dengan jahitan saja.

Material tersebut mendukung pembentukan jaringan baru yang lebih teratur dan meningkatkan pemulihan fungsi tendon. Saat jaringan pulih, hidrogel secara bertahap terurai dan diserap tubuh dalam waktu sekitar delapan minggu.

Dengan demikian, material ini berpotensi mengurangi kebutuhan untuk menjalani operasi tambahan hanya demi mengangkat bahan penopang yang tertinggal.

Belum Siap Digunakan pada Pasien Manusia

Meski hasil awalnya menjanjikan, hidrogel ini belum terbukti aman dan efektif untuk manusia. Pengujian pada tikus masih termasuk tahap praklinis, sehingga hasilnya tidak bisa langsung dianggap sama pada pasien.

| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium

Langkah berikutnya adalah menguji material pada hewan yang lebih besar sebelum melanjutkan ke uji klinis. Tim peneliti juga telah mengajukan dua paten dan membentuk perusahaan untuk mengembangkan teknologi ini.

Jika penelitian lanjutan berhasil, hidrogel tersebut berpotensi diteliti untuk membantu memperbaiki jaringan lain, seperti otot, tulang rawan, dan kulit.

Namun, penerapannya pada jaringan-jaringan tersebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: