Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Teripang dikenal sebagai hewan laut bertubuh lunak yang mampu mengubah tingkat kekakuan tubuhnya.

Kemampuan unik ini menginspirasi peneliti dari University of Waterloo, Kanada, untuk mengembangkan hidrogel yang berpotensi membantu memperbaiki tendon rusak dan jaringan lunak lainnya.

Material tersebut dirancang menjadi penopang sementara bagi pertumbuhan jaringan baru sebelum terurai dan diserap tubuh.

Terinspirasi dari Cara Teripang Mengubah Kekakuan Tubuh

Hidrogel yang terinspirasi dari Teripang. Foto: University of Waterloo

Penelitian yang diumumkan University of Waterloo pada Selasa (20/10/2026) ini dijelaskan dalam makalah berjudul 'Bioinspired Hydrogels with Broadly Programmable Mechanics for Soft-Tissue Interfaces', yang terbit di jurnal Advanced Functional Materials pada 22 September 2026.

| Baca Juga: Inovasi Pangan Lokal Tak Boleh Berhenti di Laboratorium, Harus Terbukti, Aman, dan Terjangkau

Hidrogel merupakan material kaya air yang dapat menjadi kerangka sementara bagi sel untuk tumbuh dan membentuk jaringan baru.

Terinspirasi dari teripang, peneliti mengembangkan gel yang tingkat kekakuannya bisa diatur agar sesuai dengan jaringan yang hendak diperbaiki.

"Jaringan lunak tidak semuanya membutuhkan kerangka penopang yang sama," kata Yimin Wu, profesor teknik mesin yang memimpin penelitian, dalam keterangan University of Waterloo pada Selasa (20/10/2026).

Material untuk jaringan otak yang lunak, misalnya, perlu memiliki sifat berbeda dari bahan untuk tendon yang lebih kuat.

| Baca Juga: Osteoporosis Mengintai Tanpa Gejala, Kesehatan Tulang Perlu Dijaga Sejak Muda

Bagaimana Hidrogel Membantu Memperbaiki Tendon?

Tendon adalah jaringan kuat yang menghubungkan otot dengan tulang dan membantu tubuh bergerak. Ketika tendon mengalami robekan atau cedera, pemulihannya bisa membutuhkan waktu panjang.

Salah satu metode perbaikan yang digunakan dalam pembedahan adalah jahitan untuk menyatukan jaringan yang rusak.

Untuk membuat hidrogel tersebut, peneliti membekukan larutan gelatin terlebih dahulu agar terbentuk struktur internal yang terarah.

Material itu kemudian direndam dalam larutan garam khusus. Jenis ion dan lamanya perendaman dapat mengubah kekakuan serta kekuatannya, sehingga sifat gel bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.

| Baca Juga: Cuma Luka Kecil, Perlukah Ditutup? Dokter Ungkap Kesalahan yang Sering Dilakukan

Dalam uji praklinis pada tikus dengan cedera tendon Achilles, perbaikan menggunakan hidrogel menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan perbaikan dengan jahitan saja.

Material tersebut mendukung pembentukan jaringan baru yang lebih teratur dan meningkatkan pemulihan fungsi tendon. Saat jaringan pulih, hidrogel secara bertahap terurai dan diserap tubuh dalam waktu sekitar delapan minggu.

Dengan demikian, material ini berpotensi mengurangi kebutuhan untuk menjalani operasi tambahan hanya demi mengangkat bahan penopang yang tertinggal.

Belum Siap Digunakan pada Pasien Manusia

Meski hasil awalnya menjanjikan, hidrogel ini belum terbukti aman dan efektif untuk manusia. Pengujian pada tikus masih termasuk tahap praklinis, sehingga hasilnya tidak bisa langsung dianggap sama pada pasien.

| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium

Langkah berikutnya adalah menguji material pada hewan yang lebih besar sebelum melanjutkan ke uji klinis. Tim peneliti juga telah mengajukan dua paten dan membentuk perusahaan untuk mengembangkan teknologi ini.

Jika penelitian lanjutan berhasil, hidrogel tersebut berpotensi diteliti untuk membantu memperbaiki jaringan lain, seperti otot, tulang rawan, dan kulit.

Namun, penerapannya pada jaringan-jaringan tersebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: