Soroti Isu Perbandingan UMR Indonesia, Jang Hansol 'Korea Reomit' Bongkar Kesulitan Hidup di Korsel
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSelain itu, menurut Hansol, masyarakat Korea Selatan juga memiliki standar yang tinggi mengenai kesuksesan. Karenanya, kesulitan netizen Indonesia dengan Korea Selatan tidak bisa disamakan.
"Dua pihak ini memiliki dua standar yang berbeda. Jadi, susah yang dimaksud di Indonesia itu berbeda dengan susah yang dimaksud sama orang-orang Indonesia yang tinggal di sini," ungkapnya.
| Baca Juga: Gara-Gara Meme Diktator, Kontrak Kylian Mbappe Diputus Tiga Perusahaan China
Isu Perbandingan UMR Indonesia vs Korea Selatan
Beberapa waktu terakhir, netizen di berbagai platform media sosial diramaikan dengan pembahasan mengenai perbedaan UMR dan biaya kebutuhan pokok di Indonesia dengan Korea Selatan.
Melansir dari laman Kementerian Tenaga Kerja dan Buruh Republik Korea, upah minimum per jam senilai 10.320 won atau sekitar Rp140 ribu.
Dengan dasar perhitungan standar 40 jam kerja per minggu (8 jam per hari, 5 hari kerja), estimasi gaji pokok bulanan pekerja di Korea Selatan senilai 2.156.880 won atau Rp29,3 juta.
| Baca Juga: Duo Kembar Siam Meninggal setelah Salah Seorangnya Mengalami Serangan Jantung
Sementara di Indonesia, Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi di Jakarta sebesar Rp5.729.876. UMP terendah di Jawa Tengah senilai Rp2.317.386.
Yang juga menjadi perbandingan adalah harga kebutuhan pokok. Beras seberat 10 kilogram di Korea Selatan dijual seharga 38.000 hingga 45.000 won. Sementara di Indonesia, harga beras dengan berat yang sama mencapai lebih dari Rp100 ribu.
Dengan menggunakan standar yang sama, gaji senilai 2 juta, masyarakat Indonesia membayar dua kali lipat dari warga Korea Selatan untuk beras 10 kg. (*)







