Tak Perlu Menghitung Kalori, Kenali Metode Piring untuk Mengatur Makan Penderita Diabetes
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Mengatur pola makan untuk penderita diabetes bukan berarti harus menghindari nasi atau menghapus makanan favorit dari menu harian.
Ada cara sederhana untuk membantu mengendalikan porsi tanpa perlu menghitung setiap gram karbohidrat, yaitu Diabetes Plate Method atau metode piring diabetes.
Metode ini membagi isi piring menjadi tiga bagian dengan komposisi setengah untuk sayuran, seperempat untuk protein, dan seperempat lainnya untuk makanan sumber karbohidrat.
Panduan dari American Diabetes Association (ADA) menjelaskan bahwa pembagian tersebut membantu membentuk menu seimbang sekaligus mengelola kadar gula darah.
| Baca Juga: Penderita Diabetes dan Hipertensi Tetap Bisa Operasi Katarak, Ini Syarat dari Dokter Spesialis Mata
Apa Itu Diabetes Plate Method?

Diabetes Plate Method merupakan panduan visual untuk mengatur komposisi makanan, terutama bagi orang dengan diabetes dan pradiabetes. Caranya cukup menggunakan piring berdiameter sekitar 23 cm atau 9 inci.
Pembagian ini bukan sekadar membuat piring terlihat seimbang. Setiap kelompok makanan memiliki peran berbeda dalam tubuh, termasuk memengaruhi kenaikan gula darah setelah makan.
Berikut cara mengisi piring dengan metode tersebut.
Setengah piring untuk sayuran nontepung
Pilih sayuran seperti bayam, kangkung, brokoli, wortel, buncis, kol, mentimun, tomat, dan terong.
| Baca Juga: Blueberry atau Anggur, Mana yang Lebih Aman untuk Gula Darah?
Kelompok ini umumnya mengandung karbohidrat lebih rendah serta kaya serat, vitamin, dan mineral. Serat juga membantu memperlambat penyerapan karbohidrat.
Seperempat piring untuk protein
Isinya bisa berupa telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe. Protein membantu memberikan rasa kenyang dan umumnya tidak menaikkan gula darah sebanyak makanan tinggi karbohidrat.
Seperempat piring untuk karbohidrat.
Bagian ini dapat diisi nasi, jagung, kentang, ubi, atau sumber karbohidrat lainnya.
Jika memungkinkan, pilih sumber karbohidrat tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian utuh. Porsinya perlu diperhatikan karena karbohidrat memiliki pengaruh cukup besar terhadap kadar gula darah.
| Baca Juga: 5 Manfaat Teh Hijau untuk Tubuh, dari Jaga Jantung hingga Bantu Diet
Contoh Kombinasi Menu yang Mudah Ditemukan
Metode ini tidak mengharuskan seseorang membeli bahan makanan khusus. Menu rumahan seperti nasi, tumis kangkung, dan telur rebus bisa menjadi pilihan.
Contoh lainnya adalah nasi dengan tahu atau tempe, sayur bening bayam, serta ikan panggang. Jika ingin mengonsumsi buah, susu, atau yoghurt, perhatikan porsinya karena bahan tersebut juga mengandung karbohidrat.
Pada hidangan campuran seperti sup atau nasi goreng, komposisi bahan tetap bisa disesuaikan dengan prinsip setengah, seperempat, dan seperempat.
Untuk minuman, air putih menjadi pilihan utama. Teh atau kopi tanpa gula juga dapat dikonsumsi. Sebaliknya, minuman manis sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan gula darah.
| Baca Juga: Air Mineral Tak Selalu Tawar, Ini Penjelasan Dokter soal Rasa dan Kandungan Mineralnya
Apakah Metode Ini Bisa Mengurangi Kebutuhan Insulin?
Diabetes Plate Method membantu mengatur asupan karbohidrat dan membangun pola makan yang lebih seimbang.
Dilansir dari University of Georgia Cooperative Extension, menjelaskan bahwa metode ini dapat membantu memperbaiki pengelolaan gula darah, termasuk menurunkan HbA1c.
Namun, metode ini tidak secara langsung menjamin kebutuhan insulin berkurang. (*)







