VIVIA MEDIA — Faris Fadjar, putra dari aktor laga internasional Cecep Arif Rahman, resmi memulai debutnya sebagai pemeran dalam film 'Jumpscare' karya sutradara Charles Gozali. Langkah ini menandai pergeseran karier Faris yang sebelumnya lebih banyak di balik layar sebagai penata laga dan pemeran pengganti.

Keterlibatan Faris dalam film ini didasari oleh hubungan profesional yang sudah terjalin lama antara keluarganya dengan sutradara. Faris mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Charles Gozali berawal dari kolaborasi rutin ayahnya di berbagai proyek film laga.

"Kalau sama Om Charles, sebenarnya pertama kali sebagai pemeran iya. Karena memang dari dulu aku sama Om Charles tuh memang suka seproyek, karena kan Om Charles sama Ayah memang suka kolaborasi di film-filmnya. Jadi memang sudah dekat dari dulu," ujar Faris saat diwawancarai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Faris lebih dikenal sebagai orang di balik layar sebagai koreografer action.

| Baca Juga: Rayakan Satu Dekade, Intip Bocoran Dokumenter Spesial Reuni Cast Drakor 'Goblin'

"Dari dulu sama Om Charles tuh, aku sebagai action choreographer-nya film beliau dan juga stuntman kadang di filmnya beliau. Jadi berkesempatan untuk ikut menjadi pemeran di film ini suatu kehormatan buat saya," tambahnya.

Tantangan Akting dan Inspirasi Gaya Jackie Chan

Biasa mengandalkan gerakan fisik, Faris mengaku cukup tegang saat harus beradu peran di depan kamera. Ia menjelaskan bahwa transisi dari stuntman ke aktor menuntut kemampuan yang lebih kompleks daripada sekadar koreografi.

"Deg-degan banget. Karena kan mungkin kalau dari dulu sebagai action choreographer sama stuntman tuh kita memvisualisasikan suatu pemeranan atau sesuatu hal itu dengan gerak. Dan mungkin kalau di pemeranan, lebih banyak lagi tantangan bagi saya. Karena pemeranan itu banyak aktingnya, ada gestur yang harus kita pelajari," jelasnya.

Dalam mendalami perannya, Faris sempat berkonsultasi dengan ayahnya, Cecep Arif Rahman. Sang ayah memberikan pesan singkat namun bermakna.

| Baca Juga: Bayu Skak Padukan Komedi Sci-Fi dan Budaya Madura Lewat Film Foufo

"Aku lebih banyak ngobrol sama beliau [acting coach]. Tapi iya, ngobrol juga sama Ayah kayak, 'Ini karakter aku tuh kayak gini, apakah menurut Ayah cocok enggak?' Terus kata Ayah, 'Ya sudah, apa yang kamu suka di karakter itu, visualisasikan,'" kenang pemain film Rangga & Cinta ini.

Pemeran Awang di film Gundala ini juga menambahkan bahwa karakter yang ia mainkan terinspirasi dari idolanya, Jackie Chan.

"Kebetulan juga karakter yang aku perankan ini memang sesuai sama impian aku mirip-mirip Jackie Chan lah," imbuhnya.

Rahasia Stuntman Wanita dan Resiko Cedera di Lapangan

Pemilik nama lengkap Faris Fadjar Munggaran ini mengungkap fakta menarik mengenai rekam jejaknya sebagai pemeran pengganti (stuntman). Lantaran memiliki postur tubuh yang ramping, ia justru sering diminta menggantikan adegan berbahaya untuk aktris wanita.

| Baca Juga: Ryujin ITZY Jadi Cameo di Drakor 'Reborn Rookie', Skill Akting Banjir Pujian

"Aku dulu pernah jadi stuntman-nya Asmara Abigail, pernah juga terus jadi stuntman-nya Maudy. Karena mungkin aku kebanyakannya jadi stuntman perempuan karena badan aku kecil, lumayan kecil," ungkapnya.

Terkait resiko pekerjaan, aktor 22 tahun ini, menyebutkan bahwa cedera ringan adalah hal yang lumrah.

"Kalau misalkan cedera pasti banyak ya, cuma alhamdulillahnya enggak sampai parah. Kayak mungkin goresan, terus terkilir, atau geser itu sudah jadi makanan sehari-hari stuntman lah. Cuma kalau sampai parah banget kayak patah tulang gitu, alhamdulillah enggak," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa ilmu bela diri seperti Silat, Taekwondo, Boxing, dan Muay Thai yang ia kuasai sangat berguna untuk refleks keamanan harian.

"Bukan buat berantem ya, tapi lebih ke refleksnya yang kepakai. Kalau kita terpeleset tuh kita sudah siap," imbuhnya.

| Baca Juga: Tembus 2 Juta Penonton, Ini Fakta Menarik Film ‘Jangan Buang Ibu’

Beban Memikul Nama Besar Cecep Arif Rahman

Menjadi anak dari salah satu aktor laga terbaik Indonesia diakui Faris memberikan tekanan mental yang cukup besar. Ia sempat merasa terbebani dengan ekspektasi publik yang selalu membandingkannya dengan sang ayah.

"Berat, berat banget. Cuma kayak mungkin aku dulu tuh pernah berpikir kayak, 'Ah, aku kayaknya enggak bisa menggapai apa yang Ayah capai.' Cuma kayak sekarang tuh aku mikirnya, kenapa aku harus mencapai apa yang Ayah punya? Kan aku juga punya pribadi sendiri. Jadi aku capai apa yang aku punya saja," tegas Faris.

Faris pun menyadari banyaknya komentar yang menyebutnya sebagai penerus sang ayah, namun ia memilih untuk tetap rendah hati.

"Banyak karena mungkin kayak, 'Wah, ini pasti calon pengganti Kang Cecep nih.' Aku awalnya ngerasa aduh berat juga ya memikul beban seperti itu. Tapi karena akunya legowo, ya jalani saja dulu. Karena aku di sini sebagai Faris Fadjar, bukan 'anaknya Kang Cecep'," terangnya.

Optimisme Terhadap Film Laga

Faris menyambut baik langkah Oasis Pictures dan Charles Gozali yang berani memasukkan unsur laga ke dalam genre horor dan komedi. Ia merasa industri film Indonesia perlu lebih berani dalam mengeksplorasi koreografi laga.

| Baca Juga: Tantangan Baru Unang Bagito dan Bukie Mansyur di Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula

"Aku sangat senang karena mungkin dari dulu aku merasa kayak perfilman di Indonesia belum bisa memaksimalkan action sepenuhnya. Om Charles bisa memasukkan action di lingkungan horor, komedi, atau drama. Memberikan konsep yang baru yaitu horror-action-comedy, itu menjadi sesuatu yang sangat menarik," paparnya.

Bintang film Pengepungan Bukit Duri ini membagikan status pendidikannya saat ini. Meski sibuk di dunia film, ia masih aktif menempuh studi di Bandung.

"Sekarang aku kuliah di Unpas, Universitas Pasundan di Bandung, Fakultas Ilmu Seni dan Sastra. Sekarang semester 7, sudah mau lulus. Tinggal di Bandung, kalau ke Jakarta ya bolak-balik saja," tutupnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: