VIVIA MEDIA — Libur panjang telah berakhir. Bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru, jutaan keluarga di Indonesia kembali memasuki ritme yang akrab sekaligus melelahkan, membangunkan anak lebih pagi, memastikan seragam dan perlengkapan sekolah siap digunakan, hingga menyiapkan bekal sebelum aktivitas dimulai.

Salah satu rutinitas yang biasa dilakukan orang tua terutama ibu adalah menyiapkan bekal untuk anak. Gambaran itu terlihat dalam survei yang dilakukan Dairy Champ terhadap lebih dari 700 ibu di Indonesia.

Sebanyak lebih dari 90 persen responden mengaku pagi pertama anak kembali ke sekolah setelah libur terasa sangat sibuk atau hectic. Namun, padatnya aktivitas tidak lantas menghilangkan kebiasaan menyiapkan bekal. Sekitar 70 persen ibu mengaku tetap rutin membawakan bekal untuk anak mereka.

Menyiapkan bekal ternyata bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi juga mencari cara agar makanan itu benar-benar disantap oleh anak.

| Baca Juga: Nebulizer untuk Anak Tak Bisa Disamakan dengan Dewasa, Ini Alasannya

Hasil survei menunjukkan hampir separuh responden mengaku kesulitan menyiapkan bekal setiap pagi. Sementara sekitar 40 persen lainnya mengaku sering kehabisan ide menu. Di sisi lain, anak-anak juga kerap merasa bosan dengan menu yang berulang atau enggan menghabiskan makanan yang dibawa dari rumah.

Head of Marketing PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi, mengatakan temuan tersebut memperlihatkan bahwa bekal masih menjadi bagian penting dari rutinitas keluarga meskipun pagi hari dipenuhi berbagai kesibukan.

“Hal ini (hasil survei) menunjukkan bahwa bekal bukan sekadar makanan yang dibawa ke sekolah, tetapi juga menjadi salah satu cara orang tua menunjukkan perhatian dan dukungan setiap hari, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang yang mendukung mereka untuk belajar, bermain, dan bertumbuh,” ujar Dodi saat bincang-bincang tentang Back to School Dairy Champ: Bekal Juara dari Rumah, Inspirasi Orang Tua untuk Bekal Praktis, Lezat dan Menarik di Kuningan, Jakarta pada Rabu (15/7).

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyiapkan makanan, tetapi menghadirkan menu yang praktis, menarik, dan benar-benar disukai anak.

| Baca Juga: Bantu Cegah Resistensi Insulin, ini Waktu Terbaik Sarapan Menurut Ahli

“Bahwa menjadi juara tidak selalu dimulai dari menu yang sempurna, melainkan dari kebiasaan sederhana yang membuat anak menikmati dan menghabiskan bekalnya dengan semangat setiap hari,” katanya.

Bagi Dodi, ukuran keberhasilan sebuah bekal bukan terletak pada tampilannya, melainkan apakah makanan tersebut benar-benar dimakan oleh anak.

1 2 3 4

Tags: