VIVIA MEDIA — Kanker payudara menjadi salah satu jenis penyakit yang paling sering menyerang perempuan. Diperkirakan sekitar satu dari delapan wanita memiliki risiko terkena kondisi tersebut.

Karena kasusnya yang tinggi, banyak informasi beredar mengenai penyebab hingga cara mencegah kanker payudara.

Namun, tidak semuanya benar. Sejumlah anggapan yang sudah lama dipercaya ternyata hanyalah mitos dan tidak didukung bukti ilmiah.

Dilansir dari Eating Well, berikut beberapa mitos tentang kanker payudara yang telah dibantah para ahli.

| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium

1. Bra berkawat menyebabkan kanker payudara

Salah satu mitos yang paling populer adalah penggunaan bra berkawat dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Menurut ahli onkologi payudara dari John Theurer Cancer Center, dr. Donna McNamara, anggapan tersebut tidak benar. Mitos itu muncul dari teori bahwa bra berkawat menghambat aliran cairan limfa sehingga racun menumpuk di payudara.

Padahal, penelitian menunjukkan sistem limfatik tidak bekerja seperti itu. Studi yang diterbitkan dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention pada 2014 juga tidak menemukan hubungan antara penggunaan bra berkawat dengan risiko kanker payudara.

| Baca Juga: Usai Bebas Kanker Payudara, Jessie J Umumkan Putus dari Chanan Safir Colman

2. Pria tidak bisa terkena kanker payudara

Meski jauh lebih jarang terjadi, pria juga dapat mengalami kanker payudara.

Ahli onkologi dari The Ohio State University Comprehensive Cancer Center, dr. Sagar Sardesai, menjelaskan bahwa pria tetap memiliki jaringan payudara yang dapat mengalami perubahan menjadi sel kanker.

American Cancer Society memperkirakan ribuan pria didiagnosis menderita kanker payudara invasif setiap tahunnya.

3. Deodoran dan antiperspiran memicu kanker payudara

Mitos lain yang banyak beredar adalah penggunaan deodoran atau antiperspiran dapat memicu kanker payudara karena kandungan aluminium di dalamnya.

| Baca Juga: Diduga Diculik, Atlet Golf Jesslyn Wijaya Ditengarai Sudah Tak Ada di Jakarta

Namun hingga kini, berbagai penelitian belum menemukan bukti yang menunjukkan hubungan langsung antara penggunaan produk tersebut dengan kanker payudara.

Selain itu, anggapan bahwa antiperspiran membuat racun menumpuk di tubuh juga tidak benar. Tubuh membuang racun terutama melalui hati dan ginjal, bukan lewat keringat.

4. Tidak punya riwayat keluarga berarti risikonya rendah

Sebagian besar orang mengira mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara berisiko terkena penyakit itu.

Padahal, para ahli menyebut sebagian besar pasien kanker payudara justru tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

| Baca Juga: Konsumsi Yogurt Jadi Andalan Gaya Hidup Sehat Pevita Pearce

Faktor risiko terbesar tetaplah jenis kelamin perempuan dan bertambahnya usia. Karena itu, setiap wanita tetap dianjurkan menjalani skrining rutin meski tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga.

Cara menurunkan risiko kanker payudara

Selain menghindari mitos, ada beberapa langkah yang terbukti secara ilmiah dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara, di antaranya:

- Membatasi atau menghindari konsumsi alkohol.
- Rutin berolahraga dan menjaga aktivitas fisik.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak.
- Menjaga berat badan ideal.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk mammografi sesuai anjuran dokter.

Meski tidak ada cara yang dapat mencegah kanker payudara sepenuhnya, menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini dapat membantu menurunkan risiko. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: