Ia memulai desain bukan dari bagian tubuh utama pakaian, melainkan dari lengan.

“Biasanya saya mulai dari tubuh manekin lalu membuat bagian lengan. Tetapi dalam koleksi ini saya memulai dari lengan. Itu adalah proses yang sangat menarik karena terasa lebih abstrak,” jelasnya.

| Baca Juga: Gaya Rambut 'Viking' Haaland di Piala Dunia 2026 Ternyata Disokong Ikat Rambut Korea

Bagi Paul, lengan dalam pakaian sejarah memiliki peran penting. Pada abad ke-16 dan ke-17, bagian tersebut sering menjadi tempat munculnya bentuk paling dramatis.

Volume, struktur, dan detail pada lengan menjadi elemen utama yang membangun karakter sebuah busana.

Pendekatan tersebut membuat koleksi Paul terasa seperti berada di antara dua dunia: sejarah dan masa kini.

Karena itu, Paul memilih material yang berbeda dari pakaian sejarah tradisional. Ia menggunakan material seperti kain transparan dan efek pita yang tampak usang untuk menciptakan ilusi tentang pelestarian dan perubahan.

“Saya tertarik untuk mengolah kembali kostum sejarah menggunakan material yang lebih kontemporer, bukan material mahal seperti pada masa lalu, tetapi sesuatu yang lebih dekat dengan zaman sekarang,” ujar Paul. (*)

1 2 3 4 SHOW ALL

Tags: