| Baca Juga: 4 Mitos Kanker Payudara yang Masih Banyak Dipercaya

Penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes tidak selalu menghalangi seseorang menjalani koreksi penglihatan, namun tetap perlu dievaluasi agar tidak ada gangguan pada retina.

Begitu pula pasien katarak, yang sumber gangguannya berada pada lensa mata, bukan kornea, sehingga pendekatan terapinya pun berbeda.

Pada akhirnya, tujuan koreksi penglihatan bukan sekadar mengurangi ketergantungan pada kacamata, melainkan mendapatkan kualitas penglihatan terbaik lewat pilihan terapi yang tepat.

Perubahan ukuran kacamata yang cepat, penglihatan yang tetap buram meski resep sudah diperbarui, pandangan berbayang, silau yang mengganggu, atau riwayat kelainan kornea dalam keluarga sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan mata menyeluruh tetap menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab gangguan penglihatan sekaligus menentukan penanganan yang paling sesuai bagi setiap mata. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: