Penanganan Dini Cegah Komplikasi

Semakin cepat mastitis ditangani, semakin kecil risiko komplikasinya. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah ketika gejala masih ringan. Yaitu tetap menyusui, mengompres dingin setelah menyusui, memperbanyak minum air putih, beristirahat cukup, serta mengonsumsi obat antinyeri sesuai anjuran dokter bila diperlukan.

Namun bila keluhan tidak membaik, dr. Anastasia menegaskan pemeriksaan ke dokter tidak boleh ditunda.

“Ibu sebaiknya segera berkonsultasi apabila mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri yang semakin berat dalam waktu 24 jam meski sudah melakukan penanganan di rumah, muncul benjolan yang semakin besar, atau keluar nanah dari puting,” jelasnya.

| Baca Juga: Hal yang Boleh dan Dilarang Dalam Merawat Luka Menurut Para Ahli

Pada kondisi tersebut, dokter dapat memberikan terapi antinyeri, antiperadangan, maupun antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Bila telah terbentuk abses, drainase melalui aspirasi jarum atau sayatan kecil dapat dilakukan sesuai ukuran dan kondisi abses.

Mencegah Mastitis Berulang

Mastitis sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan memastikan ASI keluar secara optimal agar tidak terjadi bendungan di payudara. Menurut dr. Anastasia, ibu yang pernah mengalami mastitis berisiko lebih tinggi mengalaminya kembali apabila penyebab utamanya tidak diperbaiki, seperti teknik perlekatan bayi yang kurang tepat atau payudara yang tidak dikosongkan secara tuntas.

Karena itu, ibu dianjurkan menyusui sesuai kebutuhan bayi tanpa membatasi durasi, yakni mengeluarkan ASI sesuai kebutuhan, serta menghindari bra yang terlalu ketat.

Kebersihan puting juga perlu dijaga, dan krim pelembap dapat membantu bila puting mulai kering atau lecet. Ibu juga disarankan berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi untuk memastikan posisi dan teknik menyusui sudah benar, terutama bila keluhan sering berulang.

| Baca Juga: Cegah Gigi Berlubang pada Anak, Mulai dari Enam Kebiasaan Kecil di Rumah

Perlekatan yang baik ditandai dengan mulut bayi terbuka lebar dan sebagian besar area areola bawah masuk ke dalam mulut bayi, bukan hanya puting yang diisap, dengan posisi kepala, leher, dan tubuh bayi sejajar serta dada menempel pada dada ibu.

1 2 3

Tags: