VIVIA MEDIA — Ada alasan kenapa pencapaian Cindy Gulla di UTMB (Ultra-Trail du Mont-Blanc) 2026 terasa lebih personal. Perjalanan mantan member JKT48 ini di dunia lari ternyata bermula dari patah hati, sebelum akhirnya membawanya ke salah satu ajang ultra trail bergengsi dunia.

Cindy menjalani debut di kategori OCC (Orsieres-Champex-Chamonix) pada Kamis (27/8/2026). Berdasarkan profil resminya di UTMB, ia mencapai finish dengan waktu 13 jam 53 menit 46 detik. Berada di peringkat ke-1.371 overall dan ke-420 kategori perempuan.

Ia menjadi satu-satunya pelari perempuan Indonesia yang berhasil menyelesaikan OCC tahun ini.

Seperti apa Ultra-Trail du Mont-Blanc?

OCC merupakan kategori 50K dalam UTMB World Series. Meski disebut 50K, rute resminya mencapai sekitar 60 kilometer dengan elevasi positif 3.500 meter.

| Baca Juga: Apa Pekerjaan Kadam Sidik? Pendakwah Muda yang Beri Mahar Rp1 Juta dan Tafsir

Pada 2026, lomba ini dimulai dari Orsières, Swiss, kemudian melewati Champex-Lac, Trient, Col de Balme hingga berakhir di Chamonix, Prancis.

Artinya, Cindy bukan sekadar berlari puluhan kilometer. Ia harus menghadapi tanjakan, turunan, jalur pegunungan, hutan, bebatuan, hingga titik tertinggi baru di 2.321 meter.

Setelah berjuang hampir 14 jam, Cindy akhirnya melewati garis finis sambil membawa bendera Merah Putih.

"Berhasil sampai ke garis Finish dan mengibarkan Bendera Merah Putih. Ga pernah kebayang akan berlari sejauh ini," tulis Cindy dalam unggahannya, pada 29 Agustus 2026.

| Baca Juga: Acha Septriasa Tuntaskan Marathon 42 Km, Febby Rastanty Kejar Medali Bintang ke-7 di Sydney

Bukan Kali Pertama

Sebelum sampai ke Mont-Blanc, Cindy sudah lebih dulu mengumpulkan pengalaman dari berbagai ajang. Berdasarkan catatan UTMB, ia mengikuti Rinjani Peak 36K, Merbabu SkyRace 20K, LELONO 30K dan sejumlah trail race pada 2025.

Ia juga menuntaskan New York City Marathon 2025 yang menjadi World Marathon Major pertamanya.

Pada 2026 saja, Cindy sudah mengikuti Lintas Sentul 21K, LELONO 30K, Rinjani Peak 36K, dan Merbabu SkyRace 20K sebelum akhirnya berangkat ke OCC.

Di Merbabu SkyRace, misalnya, ia menyelesaikan 22 kilometer dengan elevasi 2.052 meter dalam 7 jam 33 menit 47 detik.

| Baca Juga: Menembus Keterbatasan: Savia Aulia, Sinden Cilik Disabilitas yang Jatuh Hati pada Budaya Jawa

Berawal dari Patah Hati

Yang menarik, semua ini bermula dari momen yang jauh dari kata olahraga.

Pada 2023, Cindy mengikuti half marathon di Bali setelah mengalami patah hati. Awalnya, lari hanya menjadi cara untuk mengalihkan rasa sedih dan mencari ketenangan.

Namun, langkah tersebut justru membuka pintu baru. Pada awal 2025, ia kembali berlari setelah mengalami patah hati dan kali ini memilih trail run di Gunung Merbabu.

Dari sana, Cindy mulai mengenal dunia trail lebih serius. Ia belajar menghadapi medan, elevasi, rasa lelah, sekaligus memahami bahwa mencapai garis finis tidak selalu soal menjadi yang tercepat. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: