Banjir Keringat Padahal Tak Kepanasan, Apa yang Sebenarnya Terjadi Pada Tubuh?
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleKarena kelenjar yang dihancurkan tidak tumbuh kembali, hasilnya disebut bersifat permanen, meski 10-20 persen kasus masih bisa kambuh akibat kelenjar mikro yang terlewat.
Setelah tindakan, area ketiak dibalut perban tekan selama beberapa hari, dengan pemulihan bertahap: aktivitas ringan bisa dilakukan pada minggu pertama, sementara olahraga dan angkat beban baru disarankan pada minggu kedua hingga keempat.
| Baca Juga: Cuma Angkat Tumit, Ini 5 Manfaat Calf Raise yang Jarang Diketahui
Produksi keringat di ketiak disebut dapat berkurang permanen sekitar 70-90 persen setelah tindakan, sekaligus membantu mengurangi bau badan.
Prosedur ini juga disebut tidak memicu compensatory sweating, yakni keringat berlebih yang berpindah ke area lain seperti punggung atau dada.
Tindakan ini disarankan bagi yang mengalami keringat berlebih di ketiak selama minimal enam bulan, tidak merespons deodoran atau obat-obatan, dan mengalami gangguan berarti pada aktivitas sehari-hari maupun psikologis.
Namun, tidak disarankan jika keringat berlebih dipicu penyakit lain seperti gangguan tiroid atau diabetes, karena penyakit utamanya perlu ditangani dulu.
| Baca Juga: Soal Atap Asbes Bisa Picu Kanker Paru, Ini Penjelasan dari Dokter
Setelah prosedur, keluhan sementara seperti memar, bengkak ringan, kaku, atau mati rasa akibat iritasi saraf tepi bisa saja muncul, meski umumnya membaik selama pemulihan. Risiko lain yang jarang terjadi adalah penumpukan cairan atau seroma.
Pada akhirnya, berkeringat adalah bagian alami dari fungsi tubuh. Namun ketika keringat berlebih mulai mengganggu rasa percaya diri, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari, hiperhidrosis perlu dipahami sebagai kondisi medis yang dapat ditangani, bukan sekadar gangguan yang harus dibiarkan. (*)







