Dipasang Sang Ayah untuk Peziarah, Lampu Solar di Makam Vidi Aldiano Kini Dicuri
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Lampu solar panel di makam Vidi Aldiano yang awalnya dipasang untuk membantu peziarah saat malam kini justru hilang. Diduga dicuri.
Kabar tersebut disampaikan sang ayah almarhum, Harry Kiss, melalui Instagram pribadinya @v8harrykiss pada Selasa (8/9/2026).
Yang membuat kejadian ini cukup menyita perhatian, lampu tersebut bukan sekadar aksesori di sekitar pusara.
Harry memasangnya karena makam Vidi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, masih cukup ramai didatangi orang, termasuk setelah Magrib ketika kondisi mulai gelap.
| Baca Juga: Cerita Margareta, Teman Maliya Finda, Pendaki yang Meninggal di Gunung Piramid
"Banyak yang ziarah habis Magrib, Saya pasang lampu solar panel agar terang saat hari mulai gelap,” tulis Harry dalam unggahannya pada Agustus 2026.
Lampu Mendadak Hilang

Berdasarkan informasi dari penjaga makam yang diterima Harry, lampu solar panel masih terlihat ketika makam dirawat pada Senin (7/9/2026). Namun, saat penjaga kembali keesokan harinya, lampu tersebut sudah tidak berada di tempatnya.
Ada dua lampu yang dipasang di sekitar makam dan keduanya dilaporkan hilang. Penjaga makam kemudian menduga lampu tersebut diambil seseorang setelah waktu siang.
Hingga kabar ini disampaikan (9/9), belum diketahui siapa yang mengambilnya maupun kapan persis lampu tersebut hilang.
| Baca Juga: Menolak Terpuruk, Ini Cara Harry Kiss agar Kebaikan Vidi Aldiano ‘Tetap Hidup’
Harry kemudian membagikan kejadian tersebut kepada publik. Alih-alih menulis dengan nada marah, ia justru menyampaikan kalimat yang cukup menohok sekaligus santai.
"Semoga malingnya dapat hidayah," tulis Harry.
Dalam unggahan lainnya pada 9 September 2026, Harry juga menyinggung ramainya respons publik terhadap kejadian tersebut.
Ia menulis, “Pertama dalam sejarah dunia persilatan, ada maling lampu solar panel makam Vidi disumpahin 469 ribu orang dalam semalam.”
| Baca Juga: Lima Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau, Basarnas Lanjutkan Pencarian
Mengapa Makam Vidi Masih Ramai Peziarah?
Antusiasme masyarakat terhadap makam Vidi memang sudah terlihat sejak awal kepergiannya. Bahkan sebelumnya, keluarga pernah memperhatikan kenyamanan orang-orang yang datang dengan membantu penghijauan di sekitar makam.
Lampu tenaga surya dipilih karena praktis untuk area yang membutuhkan penerangan tanpa menarik kabel listrik. Energi matahari disimpan pada baterai saat siang dan digunakan untuk menyalakan lampu ketika kondisi mulai gelap.
Jadi, fungsi lampu tersebut cukup sederhana tetapi penting: membuat area makam tetap terang ketika orang datang berziarah pada malam hari.
Menariknya, setelah lampu hilang, Harry juga tidak memilih memindahkan makam Vidi meski ada warganet yang menyarankan demikian. Ia menegaskan TPU Tanah Kusir tetap menjadi pilihan keluarga karena lokasinya lebih dekat. (*)







