Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Memasuki usia 42 tahun, Dion Wiyoko mulai melihat kesehatan dari sudut pandang yang berbeda. Jika pada usia 20-an olahraga lebih banyak dijalani untuk membentuk tubuh, kini ada tujuan yang jauh lebih panjang di balik rutinitasnya.

Dion ingin tetap sehat dan bugar bukan semata-mata untuk dirinya sendiri. Ia ingin memiliki tubuh yang cukup kuat untuk menemani anaknya menjalani berbagai aktivitas, bahkan ketika usia terus bertambah.

“Saat sekarang saya udah punya anak, udah punya istri, pasti tujuan saya jauh dari itu. Jadi saya mikirin 20 tahun ke depan,” kata Dion saat bincang-bincang tentang World Heart Day 2026, ‘Keep On with Healthy Habits Live On with Purpose’, yang diadakan OMRON di kawasan Casablanca Jakarta pada Jumat (11/9).

Perubahan cara pandang itu membuat kesehatan bagi Dion bukan sesuatu yang hanya diperhatikan ketika tubuh mulai memberikan keluhan. Ia justru berusaha menjaganya melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

| Baca Juga: Meski Pakai Kursi Roda, Jaja Mihardja Tak Berhenti Beraktivitas di Usia 81

Mulai dari olahraga, pola makan, air minum hingga tidur yang cukup , semua menjadi bagian dari keseharian yang berusaha ia pertahankan di tengah kesibukannya.

Tidak Lagi Mengejar Bentuk Tubuh

Dion mengakui, motivasinya berolahraga ketika masih berusia 20-an tidak serumit sekarang. Saat itu, memiliki tubuh yang bagus sudah cukup menjadi alasan untuk pergi ke gym.

“Dari umur 20-an kayaknya ngejar untuk nge-gym, badan bagus aja gitu. Rasanya itu aja udah cukup,” ujar laki-laki kelahiran Surabaya, 3 Mei 1984 itu.

Seiring bertambahnya usia dan hadirnya keluarga, tujuan tersebut bergeser. Tubuh yang sehat tidak lagi sekadar persoalan penampilan, melainkan modal untuk menjalani kehidupan bersama orang-orang yang dicintainya.

| Baca Juga: Serius Tekuni Lari, Shanada Jzen Maknai Sebagai Sarana Disiplin dan Komitmen Diri

Kini, Dion mulai membayangkan bagaimana kondisi tubuhnya dua dekade mendatang. Ia ingin tetap memiliki kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas bersama anaknya ketika memasuki usia 50 bahkan 60 tahun.

“Gimana caranya saya bisa nemenin anak saya, bisa mungkin trekking ke gunung, bisa nemenin dia main tenis bareng sampai di umur 50, 60,” kata suami Fiona Anthony itu.

Kesadaran itu membuatnya melihat kesehatan sebagai sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan pribadi.

“Pemikiran itu bukan egois, bukan cuma ngomongin diri sendiri lagi. Tapi tujuannya lebih luas lagi, lebih mindful juga. Ya tujuannya apa? Untuk keluarga,” tutur ayah dari Gianna Mae Wiyoko (5) itu.

| Baca Juga: Cerita Shenina Cinnamon Rawat Anak Pertama Bersama Sang Suami Angga Yunanda

Bagi Dion, menjaga kesehatan sejak sekarang juga merupakan bentuk tanggung jawab terhadap keluarga. Sebab, ketika seseorang jatuh sakit, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri.

“Sehat itu memang mahal sih, tapi kalau misalnya kita sakit, lebih mahal lagi dan ngerepotin keluarga kita,” katanya.

Kebiasaan Sederhana yang Justru Sulit Dipertahankan

Di tengah kehidupan yang dipenuhi pekerjaan dan aktivitas, Dion tidak mencari formula kesehatan yang rumit. Ia justru berpegang pada kebiasaan-kebiasaan dasar yang dilakukan terus-menerus.

“Yang pasti yang selalu sama, saya selalu setia dengan healthy habit saya. Dengan memang aktivitas olahraga saya, bagaimana makan saya, bagaimana kecukupan untuk air minum saya di satu hari itu, tidur saya,” ujar pemeran Yohan dalam film Cek Toko Sebelah itu.

| Baca Juga: Andika Mahesa Tetap Bahagia Meski Jalani LDR dengan Istri Setelah Menikah

Menurut Dion, kebiasaan tersebut memang terdengar sederhana. Namun, justru konsistensi dalam menjalankannya yang menjadi tantangan.

Salah satunya adalah tidur lebih awal. Dion sudah cukup lama membiasakan diri tidur sekitar pukul 10 malam.

“Buat teman-teman semuanya yang tidak biasa misalnya tidur jam 10 malam itu rasanya mungkin susah. Kok bisa sih lo jam 10 udah tidur. Tapi itu memang udah saya lakukan dan udah cukup lama,” katanya.

Kebiasaan tersebut kemudian tidak hanya menjadi rutinitas pribadi. Dion berusaha menerapkannya dalam kehidupan keluarga, termasuk menjadi contoh bagi anaknya.

| Baca Juga: Marcell Darwin Tanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini pada Anak Lewat Olahraga

“Dan itu memang yang sudah saya lakukan. Dan juga saya mungkin contohkan ke anak saya juga dan keluarga saya. Jadi mungkin habit-habit yang sederhana itu yang selalu saya pegang terus sampai saat ini,” ujarnya.

Kuncinya Bukan Memaksakan Diri, tetapi Menikmati

Kesibukan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi Dion untuk mempertahankan rutinitas olahraga. Namun, ia memiliki satu prinsip sederhana: aktivitas fisik harus menyenangkan.

Menurutnya, seseorang akan sulit mempertahankan olahraga jika sejak awal aktivitas tersebut terasa sebagai beban.

“Yang utama adalah enjoy aja dulu. Kita cari aktivitas. Apa sih, mau sekeren apa pun, tapi kalau misalnya nggak enjoy ya udah. Mungkin sekali dua kali udah beres, udah nggak dilakuin lagi,” katanya.

| Baca Juga: Ajari Pola Hidup Sederhana, Tya Ariestya dan Suami Dukung Anaknya Belajar Berdagang

Karena itu, Dion menyarankan orang untuk mencoba berbagai aktivitas sampai menemukan olahraga yang benar-benar disukai.

“Yang penting kan ada penasaran itu dulu. Mungkin mencoba, diajakin sama komunitas, diajakin sama teman-temannya. Oh boleh ah nyobain. Oh akhirnya enjoy nih, akhirnya kelanjutan sendiri,” ujarnya.

Ketika sudah menemukan aktivitas yang menyenangkan, persoalan waktu pun menurutnya menjadi lebih mudah diatasi.

“Kalau kalian memang enjoy sama aktivitas itu, jam 5 pagi kalau harus bangun pun juga dilakuin,” kata Dion.

Ia sendiri rela menyisihkan waktu pada pagi hari untuk berolahraga. Jika tidak pergi ke gym, ia biasanya bermain tenis sekitar pukul 06.00. “Saya (bangun) 5.30. Abis itu saya jam 6 kalau nggak gym, tenis. Itu melakukan olahraga jam 6 pagi. Wah, peaceful. Enak banget,” tutur Dion. (*)

1 2 3 4 SHOW ALL

Tags: