Merasa Sehat karena Tak Ada Keluhan? Begini Bahaya Hipertensi yang Diam-Diam Merusak Tubuh
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleKondisi kurang tidur turut memperberat situasi karena tubuh tak mendapat kesempatan pulih.
Dr. Decsa menekankan empat pilar kesehatan yang saling berkaitan. Yakni pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan pengelolaan stres.
| Baca Juga: Teknologi Bayi Tabung Makin Canggih, tetapi Usia Tetap Jadi Penentu Utama
"Rumus sehat itu ada empat. Kita bisa diet dengan baik, aktivitas fisiknya cukup, tidurnya cukup, dan kita bisa manage stres," ujarnya.
Konsumsi garam berlebih juga berperan menaikkan tekanan darah karena tubuh menahan lebih banyak cairan dan memicu rasa haus, seperti dicontohkannya lewat kebiasaan makan nasi goreng.
Hipertensi kronis menyasar tiga organ vital, yaitu otak, jantung, dan ginjal, masing-masing berisiko memicu stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal.
Yang mengkhawatirkan, menurut dr. Decsa, pasien cuci darah dan stroke kini banyak ditemukan pada usia 30 dan 40 tahun, usia produktif yang biasanya menjadi tulang punggung keluarga.
| Baca Juga: Merasa Cuma Kelebihan Berat Badan? Hati-Hati Bisa Jadi Sudah Obesitas
Olahraga tetap penting untuk menjaga kelenturan pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung, namun sebaiknya menggabungkan latihan kardio, penguatan otot, dan fleksibilitas seperti yoga atau pilates. Tidur juga disebutnya sebagai bagian penting pemulihan tubuh.
"Tidur itu adalah obat alami dari Tuhan yang diciptakan untuk kita, tetapi kita tidak gunakan dengan baik," katanya.
Dr. Decsa mengajak masyarakat tidak menunggu sakit untuk memeriksa tubuh, dan menjadikan pengukuran tekanan darah secara berkala sebagai kebiasaan. Ia bahkan menyebut alat tekanan darah layak menjadi investasi di rumah.
"Dengan kita aware, dengan kita sadar dengan badan kita, kita bisa menghindarkan diri kita dari banyak hal," tutupnya. (*)







