Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Influenza A tengah ramai dibicarakan di Surabaya setelah muncul informasi mengenai peningkatan pasien dengan keluhan demam, batuk, dan pilek di sejumlah fasilitas kesehatan.

Namun, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menegaskan pada 13 September 2026 bahwa memang ada sedikit peningkatan kasus demam dan influenza, tetapi masih dalam kondisi wajar dan belum menunjukkan lonjakan pasien rawat inap akibat Influenza A.

Perubahan cuaca dan meningkatnya aktivitas masyarakat disebut ikut memengaruhi kondisi tersebut.

Jadi, apakah Influenza A sama dengan pilek biasa? Tidak. Keduanya memang sama-sama menyerang saluran pernapasan, tetapi influenza biasanya muncul lebih mendadak dan membuat tubuh terasa jauh lebih drop.

| Baca Juga: Hagia Dirawat di Rumah Sakit, Jessica Iskandar dan Don Juga Sempat Kena Influenza A

Kenapa Influenza A Bisa Menular?

Dilansir dari WHO, influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebar melalui partikel ketika seseorang batuk, bersin, berbicara, atau bernapas.

Penularan juga lebih mudah terjadi di ruang tertutup dan ramai. Di negara tropis seperti Indonesia, influenza dapat beredar sepanjang tahun, dengan periode peningkatan yang bisa berbeda-beda.

Influenza A sendiri merupakan salah satu tipe virus influenza. Tipe ini mencakup subtipe seperti A(H1N1) dan A(H3N2), sehingga istilah 'Influenza A' tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit yang paling berat.

Bedanya dengan Pilek Biasa

Pilek umumnya berkembang lebih perlahan dan cenderung menyebabkan hidung tersumbat atau berair, bersin, serta sakit tenggorokan.

| Baca Juga: Anak Sakit, Baim Wong dan Paula Verhoeven Kompak Gantian Jaga di RS

Influenza lebih sering datang tiba-tiba dengan demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, dan rasa lelah yang cukup berat.

Yang perlu diperhatikan, pilek biasanya memiliki gejala yang lebih ringan dan muncul secara bertahap, sedangkan influenza dapat muncul secara mendadak disertai demam dan tubuh terasa sangat lemas.

Selain itu, batuk akibat influenza bisa cukup berat dan bertahan lebih lama.

WHO mencatat sebagian besar penderita influenza membaik dalam sekitar satu minggu, meski batuk dapat berlangsung dua minggu atau lebih.

| Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Anyang-anyangan, Ini Cara Sederhana Jaga Kesehatan Kandung Kemih

Siapa yang Harus Lebih Waspada?

Influenza bisa menyerang siapa saja, tetapi risiko komplikasi lebih tinggi pada anak di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, paru-paru, atau diabetes.

Segera cari bantuan medis jika muncul sesak atau gangguan pernapasan, kondisi semakin memburuk, demam berat yang menetap, atau tubuh terasa sangat lemah, terutama jika termasuk kelompok berisiko.

Cara Memproteksi Diri

Langkahnya tidak harus ribet. WHO merekomendasikan vaksin influenza tahunan, terutama bagi kelompok berisiko.

Selain itu, rajin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, memakai masker saat sakit, memperbaiki ventilasi ruangan, menghindari kerumunan ketika sedang tidak enak badan, serta menjaga jarak dari orang yang sakit dapat membantu mengurangi penularan. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: