Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Luna Maya kian memantapkan langkahnya berkarier di balik layar industri perfilman Tanah Air. Terbaru, istri Maxime Bouttier ini bertindak sebagai produser eksekutif dalam film berjudul Desember Jani yang disutradarai oleh sineas Ariani Darmawan.

Keterlibatan Luna Maya dalam proyek ini membawa cerita tersendiri. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlibat sejak awal pengembangan proyek film Desember Janji.

Bergabungnya Luna ke jajaran produser eksekutif terjadi saat proses produksi sudah berjalan separuh jalan dan atas tawaran Sigi Wimala yang menjadi pemeran utama di film ini. Luna mengatakan ia memerlukan pertimbangan yang matang sebelum ia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

"Sebenarnya lumayan sudah di tengah jalan. Memang untuk memutuskan 'go' (bergabung) itu cukup memakan waktu ya, karena banyak pertimbangan juga," kata Luna Maya saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

| Baca Juga: Berdamai dengan Penuaan, Luna Maya Tanggapi Santai Cibiran Netizen Soal Wajahnya

"Tapi entah kenapa hati saya itu seperti mendorong, 'kayaknya harus join deh.' Akhirnya secara resmi kita bergabung di proyek Desember Janji ini," kata Luna melanjutkan.

Keputusan final tersebut diambil usai ia menyaksikan draf kasar hasil penyuntingan (rough cut) film tersebut. Luna mengaku emosinya langsung tersentuh karena merasa cerita yang disajikan memiliki kemiripan dengan fase kehidupannya di masa lalu.

"Saat saya menonton rough cut-nya, film ini sangat menyentuh hati saya. Rasanya seperti, 'Oh, ini seperti saya dulu.' Jadi sangat menyentuh," tambahnya.

Ogah Bikin PH, Pilih Gandeng PH Mapan

Bagi Luna, tahun ini bukan kali pertama ia duduk di kursi produser. Kendati makin aktif di belakang layar, Luna secara tegas menyatakan enggan mendirikan rumah produksi (Production House) atas namanya sendiri. Ia lebih memilih strategi kemitraan untuk menghindari beban manajerial yang rumit.

| Baca Juga: NAZA, Dokumenter Gaza Menang di Venice Film Festival, Menteri Israel Ancam Duet Sutradara

"Karena memang mungkin pendekatan saya agak sedikit berbeda ya. Saya pribadi tidak terlalu berkeinginan memiliki Production House (PH) sendiri karena mengelolanya itu sangat pusing dan saya tidak mau menambah beban pekerjaan. Tapi saya tetap ingin berada di industri perfilman," jelas Luna.

Sebagai gantinya, Luna memilih menempatkan posisinya sebagai kolaborator independen yang bekerja sama dengan rumah produksi yang sudah memiliki rekam jejak teruji.

"Jadi kalau ada proyek yang ingin saya produseri, saya lebih memilih bekerja sama dan berkolaborasi dengan production house yang sudah established dan berpengalaman. Itu bentuk positioning saya di industri ini," terangnya.

Bintang film Suzzanna ini mengaku sangat menyenangkan ketika bisa memilih proyek, mendengar cerita, lalu mempercayai bahwa proyek tersebut layak untuk dieksekusi.

| Baca Juga: Tampil Berhijab di Film Ibadah dan Cinta, Indah Permatasari Dipuji Sang Suami

"Kita bisa menyampaikan keresahan, memilih pesan yang ingin disampaikan, dan menghadirkan cerita yang berbeda untuk penonton," ujar Luna.

Pasang Target Tiga Film per Tahun

Keputusan Luna untuk fokus di belakang layar juga didorong oleh ritme kerjanya saat ini yang sedang tidak banyak tampil di depan kamera sebagai pemeran.

Baginya, baik berakting maupun memproduseri tetap menawarkan kepuasan berkarya yang sama di dunia film.

"Dunia saya memang masih di seputar film. Jadi kalau tidak sedang main di depan kamera, ya kita berkarya di belakang layar," ujar kelahiran Denpasar 26 Agustus ini.

| Baca Juga: 11 Karya Tampil di Asia Micro Film Festival 2026, Ini yang Sukses raih Penghargaan

Ia mengatakan bekerja di depan maupun dibelakang layar tugas dan rasanya sama saja. Ketika membaca naskah dan merasa ceritanya bagus, timbul keinginan kuat agar proyek ini harus terealisasi. Membuat karya dan terlibat di dalamnya selalu menjadi hal yang menyenangkan.

Bukan sekadar hobi atau idealisme semata, Luna memperlakukan peran barunya ini dengan perhitungan bisnis yang matang. Ia bahkan telah mematok target minimal jumlah proyek film yang harus digarapnya dalam kurun waktu satu tahun.

"Ada target, minimal tiga film dalam setahun. Ya, supaya perputaran bisnisnya tetap berjalan (cash flow muter). Namanya juga bisnis, perhitungan komersialnya tetap harus ada," tegasnya.

Bukan Sekadar Kejar Jutaan Penonton, Utamakan Kekuatan Pesan

Meski berorientasi pada aspek bisnis, film Desember Janji dipandang Luna memiliki nilai lebih dari sekadar perolehan angka box office. Luna menekankan bahwa film ini membawa misi pesan personal yang mewakili kaum perempuan di balik layar.

"So, makanya itu senang banget pada saat udah nonton dan ngerasa, 'Oh, ini film punya potensi.' Kalaupun potensi itu tidak nyampai ke jutaan penonton, tapi saya berharap berapa pun yang nonton itu bisa mengubah hidup mereka," kata Luna.

Desember Jani adalah film drama keluarga dari Palari Films yang menceritakan kisah tiga sampai empat generasi perempuan dalam satu rumah yang hampir kehilangan cara untuk saling berbicara. Dibintangi oleh Chempa Puteri sebagai Jani, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: