Jangan Tunggu Muncul Keluhan, Annisa Pohan Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan Jantung
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleTema global tahun ini, “Don’t Miss A Beat”, menyoroti gejala penyakit jantung yang dapat terlewatkan, tidak dikenali, atau bahkan diabaikan. World Heart Federation menyebut penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian utama di dunia dan banyak faktor risikonya sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan.
Di Indonesia, perhatian terhadap kelompok usia muda juga semakin penting. Menurut Annisa, populasi penyakit jantung paling besar berada pada rentang usia 18–45 tahun, dengan kelompok 25–34 tahun menjadi kelompok terbesar.
Ketua Pengurus Pusat PERKI dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D., pada kesempatan yang sama mengatakan serangan jantung juga dapat terjadi pada kelompok usia 20–45 tahun.
| Baca Juga: Ayah Alice Norin Pingsan saat Olahraga, Diduga Alami Penyumbatan Jantung
Ia menyebut hipertensi, merokok, kolesterol tinggi, dan diabetes sebagai sejumlah faktor risiko yang perlu diperhatikan. "Usia muda tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari risiko," ujarnya.
Menurut Annisa, salah satu tantangan terbesar dalam pencegahan penyakit jantung adalah membuat masyarakat mau memeriksakan diri sebelum muncul keluhan.
Karena itu, YJI melakukan pemeriksaan kardiovaskular dengan pendekatan jemput bola. Pemeriksaan dapat mencakup tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta faktor risiko lainnya. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan juga menggunakan ekokardiografi portabel.
Masyarakat ditemui di berbagai komunitas dan tempat kerja, termasuk kelompok yang memiliki akses lebih terbatas terhadap informasi maupun layanan kesehatan.
| Baca Juga: Penyakit Jantung Rematik, Bahaya Tersembunyi di Balik Sakit Tenggorokan Anak
Penyakit Jantung pada Anak
Saat ini, YJI juga memperluas perhatian pada kesehatan jantung anak. Salah satu persoalan yang tengah mendapat perhatian YJI adalah penyakit jantung rematik (PJR) pada anak dan remaja.
PJR dapat berkembang setelah infeksi tenggorokan akibat bakteri Group A Streptococcus. Persoalannya, penyakit tersebut dapat berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali sejak awal dan kemudian menyebabkan kerusakan pada katup jantung. YJI saat ini melanjutkan program deteksi dini PJR melalui skrining anak di sejumlah daerah.







