“My secret is that I love to do those activities," ujarnya. Menurutnya, rasa suka terhadap aktivitas yang dijalani menjadi alasan utama mengapa ia dapat terus belajar tanpa mudah merasa bosan.

| Baca Juga: Kisah Pasutri Menanti Buah Hati Selama 22 Tahun, Kini Dikaruniai Anak Kembar

“Kalau saya mulai lelah melakukan sesuatu, saya biasanya pindah ke kegiatan lain yang saya suka. Setelah itu saya bisa kembali lagi melanjutkan pekerjaan sebelumnya,” ujar peraih medali emas sekaligus meraih Global Rank 7 dunia di ajang BigBayBei Finale Math Olympiad di Hong Kong pada tahun 2025 itu.

Tetap Menjadi Anak-Anak Lewat Permainan di Luar Ruangan

Di tengah berbagai pencapaian akademiknya, Ashton tetap menjalani masa kecil seperti anak-anak pada umumnya. Bagi Budi dan Marlene, aktivitas bermain tidak boleh hilang hanya karena anak memiliki kemampuan tertentu.

Sejak kecil, Ashton tetap diajak bermain di luar rumah, mengunjungi taman, menikmati ruang terbuka, dan mengamati lingkungan sekitar ketika keluarga bepergian.

Budi melihat pengalaman sederhana tersebut memiliki peran besar dalam perkembangan anak.

| Baca Juga: Marlina Chlara Sesa, Wanita Papua Pertama yang Kantongi Lisensi Pesawat Airbus A320

“Dari bermain di luar dia belajar banyak hal. Mendengar suara angin, melihat daun, mengenal serangga, mengamati lingkungan. Hal-hal kecil seperti itu ternyata ikut membentuk cara berpikir dan imajinasinya,” ujarnya.

Selain memperkaya pengalaman, aktivitas luar ruang juga membantu Ashton mengembangkan kemampuan sosial.

Setelah pandemi Covid-19 mereda, Budi dan Marlene semakin sering mengajak Ashton berinteraksi dengan orang lain. Mereka ingin putranya tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bekerja sama dan memahami lingkungan sekitar.

“Kami ingin dia belajar bersosialisasi, belajar bekerja sama, punya empati, dan bisa menjadi anggota tim maupun pemimpin yang baik,” kata Budi.

1 2 3 4 5

Tags: