Jangan Asal Tambah Topping! 6 Makanan Ini Perlu Dibatasi Saat Makan Mi Instan
VIVIA MEDIA — Mi instan memang tidak harus dicoret sepenuhnya dari menu. Yang perlu diperhatikan justru apa yang ikut masuk ke mangkuk. Sebab, makanan instan itu sendiri sudah cenderung tinggi natrium dan rendah serat serta protein.
Dilansir dari Healthline, satu bungkus mi instan dapat mengandung sekitar 1.760 mg natrium, meski jumlahnya berbeda pada setiap merek.
Angka tersebut sudah mendekati batas asupan natrium harian yang direkomendasikan WHO, yakni 2.000 mg.
Karena itu, beberapa makanan berikut sebaiknya tidak terlalu sering dijadikan teman makan mi instan.
| Baca Juga: Kronologi Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Minta Korban Aborsi
1. Nasi putih
Mi instan dan nasi sama-sama menyumbang karbohidrat. Menyatukan keduanya memang bikin cepat kenyang, tetapi tidak otomatis membuat makan lebih bergizi.
Jika kebiasaan ini dilakukan terlalu sering, porsi karbohidrat menjadi besar sementara asupan serat, protein, vitamin, dan mineral tetap minim.
2. Sosis, kornet, nugget, dan daging olahan
Topping seperti sosis atau kornet memang praktis, tetapi makanan tersebut umumnya juga mengandung natrium.
WHO mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1 berdasarkan bukti yang cukup mengenai kaitannya dengan kanker kolorektal.
| Baca Juga: Berhasil Turunkan Berat Badan 68 Kg, Ivan Gunawan Cemas Putri Ayu Ting Ting Ingat Penampilannya Dulu
Jadi, bukan berarti sekali makan langsung berbahaya, tetapi konsumsinya memang perlu dibatasi.
3. Kerupuk dan gorengan
Mi instan ditambah bakwan, kerupuk, atau gorengan membuat satu kali makan semakin padat lemak dan kalori.
Penelitian pada orang dewasa Korea yang dipublikasikan British Journal of Nutrition pada 2015 juga menemukan konsumsi gorengan lebih dari dua kali seminggu berkaitan dengan peningkatan tekanan darah pada kelompok tertentu.
4. Keju dalam jumlah banyak
Sedikit keju untuk menambah rasa sebenarnya bukan masalah. Namun, jika ditambahkan berlebihan, kandungan lemak jenuh dan natrium ikut bertambah. Apalagi mi instan sudah membawa natrium dari bumbu dan produknya.
| Baca Juga: Marcell Darwin Tanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini pada Anak Lewat Olahraga
5. Acar, kimchi, atau makanan asin
Makanan fermentasi tidak otomatis buruk. Masalahnya ada pada jenis dan jumlahnya. Acar, kimchi, serta makanan yang diasinkan dapat menyumbang natrium tambahan sehingga total garam dalam satu mangkuk semakin tinggi.
6. Telur mentah atau setengah matang
Telur termasuk topping yang boleh dipilih, tetapi pastikan matang sempurna.
Dilansir dari CDC, telur mentah atau kurang matang dapat mengandung Salmonella. Sehingga penyajian terbaiknya adalah dimasak hingga putih dan kuning telur mengeras.
Jadi, topping apa yang lebih aman?
Bukan berarti mi instan harus dimakan polos. Kalian bisa menambahkan sayuran seperti sawi, bayam, wortel, brokoli, atau jamur. Protein seperti telur matang, tahu, ayam, atau ikan, juga bisa dijadikan topping.
| Baca Juga: Sering Jadi Lalapan, Ini 5 Manfaat Leunca untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyarankan membatasi produk instan, termasuk mi instan, serta menggunakan hanya sebagian bumbu untuk mengurangi natrium.
Intinya, yang perlu diubah bukan sekadar “boleh atau tidak boleh”, tetapi cara meracik satu mangkuk mi.
Kurangi makanan pendamping yang tinggi garam, lemak, dan kalori, lalu isi mangkuk dengan sayur serta protein agar mi instan tidak menjadi satu-satunya sumber nutrisi. (*)







