Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

3. Kalau terkena wajah, jangan langsung digosok

Partikel abu yang menempel di kulit sebaiknya dibersihkan menggunakan facial wash yang sesuai. dr Tirta mengingatkan agar wajah tidak langsung digosok karena tekstur abu dapat membuat kulit mengalami iritasi dan luka kecil.

4. Tunda dulu olahraga outdoor

Bagi masyarakat yang suka jogging, bersepeda, atau olahraga di luar, untuk sementara pindahkan aktivitas ke dalam ruangan.

Saat berolahraga, frekuensi napas meningkat sehingga partikel abu berpotensi terhirup lebih banyak. Jika memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker.

| Baca Juga: Pahami Pentingnya Hidrasi, Proses Pemulihan Tubuh usai Lari

5. Waspadai gejala setelah terpapar

Batuk, sesak, iritasi mata, atau gangguan pernapasan jangan dianggap angin lalu. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kulit.

Anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis termasuk kelompok yang lebih rentan.

Warga di Wilayah Terdampak Tetap Waspada

Perlu diketahui, kewaspadaan tidak hanya berlaku untuk Jakarta.

Hasil pemantauan BMKG pada 6 September 2026 menunjukkan sebaran abu melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu, sementara perkembangan terbaru juga menunjukkan sebaran ke wilayah Lampung.

Badan Geologi pada Senin, 7 September 2026, masih menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Masyarakat yang terdampak abu diminta mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker jika harus keluar. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: