Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Duduk di kursi roda sembari tersenyum, Syifaa memamerkan tiga buku karyanya. 'Aku Butuh atau Aku Mau', 'Beli Buku atau Beli Jajan' dan 'Jangan Jajan Dulu, Lala!'

Tiga buku literasi keuangan bagi anak-anak itu ceritanya sederhana, khas pemikiran anak-anak. Narasinya pun ringan, sangat mudah dipahami. Tapi yang tidak kalah menarik adalah ilustrasinya. Penuh warna, ceria dan hidup.

Baik cerita, tulisan maupun ilustrasi, Syifaa yang mengerjakan. Padahal bocah 12 tahun itu berbeda dari anak-anak lainnya. Dia penyandang Cerebral Palsy, yang tidak bisa leluasa menggerakkan tangan dan kakinya.

Tapi dengan bantuan platform desain Canva, keluarga dan pendamping dari Ruang Bintang, tempat Syifaa selama ini mengembangkan diri, tiga buku itu selesai dan terbit.

| Baca Juga: Cerita Margareta, Teman Maliya Finda, Pendaki yang Meninggal di Gunung Piramid

”Senang,” kata Syifaa, saat peluncuran di Grand Empire Palace, Surabaya, Minggu (30/8) lalu.

Syifaa di acara peluncuran bukunya. Foto: Dok. Pri
Syifaa di acara peluncuran bukunya. Foto: Dok. Pri

Suka Menggambar

Dengan ditemani ibundanya, Samirah, Syifaa berkunjung ke kantor Vivia Media Surabaya, Selasa (1/9) lalu. Anak ke empat dari lima bersaudara pasangan Samirah dan Quetly Migdad itu antusias bercerita, sembari diterjemahkan oleh ibundanya.

”Jadi awalnya dari Ruang Bintang mencari tahu potensi Syifaa. Ternyata Syifaa senang gambar dan kemudian diperkenalkanlah Canva. Setelah itu belajar Canva. Dari yang mulai belajar di hape sambil akhirnya pakai tab,” kata Samirah.

Namun sebelum akhirnya membuat buku, Syifaa sudah membuat beberapa desain. Seperti logo, cover notebook, pembatas buku dan berbagai karya lainnya.

| Baca Juga: Menembus Keterbatasan: Savia Aulia, Sinden Cilik Disabilitas yang Jatuh Hati pada Budaya Jawa

Karya-karya itu dijual dan selalu habis. Keuntungan dari penjualan itu pun ditabung.

Karya-karya bocah kelahiran Surabaya itu juga pernah dibawa ke Peringatan Hari Aksara Internasional dan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 di Exhibition Hall, Grand City Surabaya. Kala itu, 10 notebook dengan desain lucu-lucu ludes terjual.

Pengalaman tersebut membuat Syifa makin percaya diri. Dia tak sekadar senang menggambar namun juga menikmati proses menciptakan ’sesuatu’ dari sebuah ide. Sesuatu itu kemudian jadi barang yang bisa digunakan orang lain.

Kepada teman-teman di luar sana, Syifaa punya pesan. ”Bermimpilah yang banyak tapi harus dicoba,” kata Syifaa. Atau dengan kata lain, banyaklah bermimpi, tapi harus diwujudkan dalam karya.

| Baca Juga: Kisah Ferdinandes Korban Gempa NTT: Jalan Kaki Berkilo-kilo demi Pulang Temui Keluarga

Orangtua Menerima dan Menjalani

Syifaa lahir 12 tahun lalu di Surabaya. ”Ketika lahir, Syifaa hipoksia (tubuh kekurangan pasokan oksigen, red). Nggak ada suaranya. Baru ada suaranya, seminggu. Dikasih oksigen level paling tinggi, tetap nggak bisa dan akhirnya di NICU selama sebulan,” kenang Samirah.

Namun Samirah tidak berpikir apapun. Ketika berkonsultasi dengan dokter, dia hanya mendapat penjelasan, mungkin nantinya ada keterlambatan dalam tumbuh kembang.

Hingga akhirnya ketika Syifaa berusia 10 bulan, Samirah bertemu teman yang memiliki anak tuli, dan disarankan untuk terapi. ”Dari terapisnya itulah saya baru dikasih tahu kalau Syifa CP (Cerebral Palsy). Bukan dari diagnosa dokter,” papar Samirah.

Mulailah Syifaa menjalani terapi. ”Ada tiga terapi yang dijalani. Okupasi, wicara dan fisioterapi,” imbuhnya. Terapi okupasi untuk membantu seseorang dengan gangguan fisik, mental atau kognitif agar bisa hidup mandiri dan produktif dalam aktivitas keseharian.

| Baca Juga: Resmi Menikah, Begini Kisah Cinta Dikta dan Rachel Florencia yang Tertutup dari Publik

Sejak awal, Samirah langsung menerima kondisi putrinya. ”Tapi kalau ayahnya sempat cari tahu penyebabnya. Tapi saya bilang, diterima saja. Nanti kalau dicari-cari tahu penyebabnya, jatuhnya akan menyalahkan dokter,” pinta Samirah.

Lantas, bagaimana perjalanan Samirah dan suami dalam mendampingi dan mengembangkan bakat putri mereka serta rencana Syifaa ke depannya yang ingin kembali menerbitkan buku?

Baca selengkapnya di E-Magazine Vivia. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: