Konten Maudy Ayunda Viral, Benarkah Mindfulness Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental?
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Saat kabar buruk terasa datang tanpa jeda, istilah mindfulness ikut ramai dibicarakan sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental.
Baru-baru ini, istilah tersebut menjadi topik hangat di kalangan netizen Indonesia setelah aktris Maudy Ayunda membagikan konten YouTube berjudul ‘Mindfulness in the Age of Bad News’ (Kesadaran Diri di Era Berita Buruk).
Sayangnya, unggahan bintang film 'Para Perasuk' (2026) itu memicu gelombang kritik karena ia dianggap tidak berempati dengan kondisi negeri saat ini.
Praktik mindfulness bukan sekadar duduk diam sambil memejamkan mata, melainkan melatih diri untuk menyadari apa yang sedang dipikirkan, dirasakan, dan terjadi di sekitar tanpa langsung menghakiminya.
| Baca Juga: Tuai Kritik Pedas Netizen, Maudy Ayunda Minta Maaf soal Konten 'Mindfulness'
Lantas, benarkah mindfulness bisa membantu kesehatan mental sekaligus membuat tubuh terasa lebih baik?
Dilansir dari Mayo Clinic, penelitian menunjukkan mindfulness dapat membantu menurunkan stres, meningkatkan fokus, serta mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Cara ini juga dikaitkan dengan pengelolaan kecemasan, depresi, kualitas tidur, tekanan darah, hingga nyeri berkepanjangan.
| Baca Juga: Soal Bad News dan Mindfulness, Pandangan Gitasav hingga Jerome Polin Dibandingkan dengan Maudy Ayunda
Mindfulness Itu Sebenarnya Apa?
American Psychological Association (APA) menjelaskan mindfulness sebagai kesadaran terhadap pengalaman dari waktu ke waktu tanpa memberikan penilaian.
Jadi, ketika pikiran mulai penuh, tujuannya bukan memaksa kepala menjadi kosong.
Justru, seseorang belajar menyadari, "Aku sedang cemas," lalu kembali memperhatikan apa yang terjadi saat ini.
Riset APA pada Juli 2012, menemukan mindfulness berkaitan dengan berkurangnya rumination atau kebiasaan memikirkan hal yang sama berulang-ulang, penurunan stres, kemampuan fokus yang lebih baik, serta berkurangnya reaktivitas emosional.
| Baca Juga: Bebas dari Anxiety dan Panic Attack, Jennifer Coppen Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental
Bagaimana Cara Memulainya?
Tidak perlu langsung menyediakan waktu lama. Mindfulness bisa dilakukan dalam aktivitas sehari-hari, bahkan melalui beberapa menit perhatian penuh. Beberapa cara sederhananya yaitu:
1. Fokus pada napas. Tarik dan embuskan napas sambil memperhatikan sensasinya.
2. Body scan. Perhatikan kondisi tubuh dari kepala hingga kaki tanpa buru-buru mengubah sensasi yang muncul.
3. Mindful walking. Saat berjalan, sadari langkah, suara, udara, dan lingkungan sekitar.
4. Kurangi autopilot. Saat makan, misalnya, perhatikan rasa, aroma, dan tekstur makanan tanpa terdistraksi layar.
Kuncinya bukan seberapa lama melakukannya, tetapi membangun kebiasaan yang realistis.
| Baca Juga: Tren Baru Gen-Z: Detoks Media Sosial Demi Mental yang Lebih Sehat
Bisa Protect Kesehatan Mental, Tapi Bukan Untuk Semua Orang
Perlu diketahui, mindfulness bukan tameng yang otomatis membuat seseorang kebal dari stres atau masalah psikologis.
Mindfulness dapat membantu seseorang mengenali emosi dan merespons situasi dengan lebih tenang, tetapi tidak menggantikan bantuan profesional ketika seseorang membutuhkan penanganan kesehatan mental.
Badan amal yang berfokus pada kesehatan mental, Mind UK, juga mengingatkan bahwa praktik ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Pada sebagian orang, mindfulness justru dapat memunculkan pikiran atau perasaan sulit yang sebelumnya ditekan.
Karena itu, jika praktik tersebut terasa semakin berat, mencari bantuan tenaga profesional tetap menjadi pilihan yang penting. (*)







