Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Diperpanjang, Ibunda Yudistiro Pranoto: Masih Ada Harapan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google“Semoga suami, rekan-rekan, serta kru bisa selamat dan ada petunjuk,” katanya, seraya berterima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah bekerja maksimal.
“Saya sebagai istri ikut memantau bisa lebih kuat, lebih sehat lagi secara fisik dan mental, supaya bisa terus mendampingi anak-anak juga sambil menunggu kabar baik dari suami saya,” jelasnya.
Meski belum ada titik terang, Diah mengaku merasa lebih tenang karena sudah terjun langsung ke lokasi tempat suaminya hilang kontak. “Karena saya yakin dan optimis suami dan rekan-rekannya masih ada dan saya menunggu,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Posko SAR Gabungan Marina Carita, Banten, Senin (14/9/2026), menegaskan pencarian dilanjutkan selama tiga hari atas permintaan keluarga dan perkembangan situasional.
| Baca Juga: Rekor Harta Gono Gini Terbesar Korsel, Miliarder Kwon Hyuk Bin Serahkan Saham Rp33 T ke Eks Istri
“Hasil rapat koordinasi bersama Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” pungkasnya. Operasi yang telah memasuki hari ketujuh ini melibatkan 18 kapal, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, Polda Banten memastikan sesosok mayat yang ditemukan di Muara Sungai Kali Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, pada Sabtu (12/9/2026), bukan berasal dari rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
“Dua hari kemarin ditemukan sesosok mayat di sekitaran Muara Sungai Kali Terate di Kramatwatu. Dari hasil data primer, dipastikan mayat tersebut bukan dari teman-teman yang hilang kontak speedboat Arupadhatu,” ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea.
Polisi juga memastikan tiga jaket pelampung, terpal, dan satu galon air mineral yang ditemukan saat operasi SAR hari keenam tidak berkaitan dengan rombongan jurnalis.
“Kami sudah melakukan pendalaman, sudah mengonfrontasi dengan pemilik kapal, sudah melakukan pencocokan. Dipastikan bahwa objek yang ditemukan ini tidak berkaitan dengan teman-teman dari speedboat Arupadhatu 1,” lanjutnya. (*)







