Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Diperpanjang, Ibunda Yudistiro Pranoto: Masih Ada Harapan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tenda Palang Merah Indonesia (PMI), Juliasih Purwanti, ibunda Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews, harap-harap cemas menanti kabar tentang nasib putranya yang sudah tujuh hari dalam proses pencarian di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Provinsi Banten.
Meski usianya sudah sepuh, ibu tiga anak itu tetap menguatkan diri bertahan di Posko SAR Gabungan, Marina Carita, Pandeglang, didampingi Fera, putri sulungnya, menantu, dan dua cucu perempuannya.
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap lima jurnalis serta tiga kru kapal di perairan Selat Sunda hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil. Namun Juliasih dan anak-anaknya belum berputus asa.
Hasil evaluasi Tim SAR Gabungan bersama Gubernur Banten Andra Soni memutuskan operasi pencarian diperpanjang tiga hari ke depan, sebuah keputusan yang membuat Juliasih bersyukur peluang menemukan putra keduanya masih terbuka.
| Baca Juga: Penantian Mansyur, Ayah Jurnalis Antara yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
“Alhamdulillah, saya masih ada harapan Yudis ditemukan,” ucap Juliasih, Senin (14/9/2026).
Fera menuturkan, perpanjangan operasi ini membuat keluarga lebih tenang dan lebih yakin, apa pun hasil pencarian nantinya.
“Masih ada harapan, meski sangat kecil, mungkin harapan itu hanya 30 persen, tapi itu membawa harapan adik saya akan ditemukan,” katanya.
Dengan suara terbata-bata, Fera melanjutkan bahwa setelah tujuh hari adiknya hilang bersama rekan jurnalis lain, kapten kapal, satu ABK, dan satu pemandu wisata, harapan untuk ditemukan dalam keadaan selamat kian menipis.
| Baca Juga: Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Jurnalis dan Awak yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
“Ini kecelakaan laut, kondisinya seperti ini, belum ada satu pun tanda-tanda, belum ada petunjuk, tapi kami tetap berharap semua bisa kumpul kembali,” ujarnya.
Geri, panggilan sehari-hari Yudis di keluarga, hilang kontak bersama speedboat yang ditumpanginya setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan estimasi perjalanan dua jam.
Pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir tercatat pukul 18.13 WIB di sekitar kawasan tersebut, sebelum akhirnya tak lagi bisa dihubungi.
Adhe, suami Fera yang juga berprofesi sebagai pewarta foto, mengatakan keluarga sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk. “Kita sudah ikhlas, tapi mana tahu ada mukjizat, tiba-tiba dia muncul. Tapi secara logika, hilang di laut sudah tujuh hari, situasi apa pun kami sudah siap,” katanya.
| Baca Juga: Kapal Virgo Transport Bawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, 103 Dievakuasi dan 6 Dilaporkan Tewas
Fera menuturkan, Geri adalah sosok sederhana yang mengikuti jejak ayahnya sebagai jurnalis di kantor berita Antara. Juliasih pun mengenang kedekatannya dengan sang putra semata wayang itu. “Dia anak yang memuliakan orang tua,” kenangnya.
Menurut Fera, keputusan memperpanjang operasi pencarian oleh jajaran SAR gabungan adalah yang terbaik. “Mama terutama sudah menyiapkan mental, menyiapkan diri menerima apa pun hasilnya nanti,” jelasnya.
Kabar hilangnya Yudis sempat baru diketahui keluarga sehari setelah kejadian, sebab Fera dan suaminya berusaha menutup informasi tersebut agar sang ibu tidak syok sembari mereka mencari kepastian kabar.
Namun pada saat bersamaan, Juliasih sudah lebih dulu mengetahuinya dari grup WhatsApp pensiunan Antara, dan langsung mengonfirmasi kabar itu kepada anak-anaknya.

“Saya nggak ingin mama syok, berita di medsos sudah ramai, kami nggak bisa lagi menutupi,” kata Fera. “Mama telepon saya, tanya benar nggak info itu. Mama benar-benar syok,” tambahnya.
Keluarga kemudian berusaha menenangkan Juliasih dengan meyakinkan bahwa pencarian tengah dilakukan.
“Saya bilang ke mama, kalau kemungkinan terburuk Yudis tidak kembali, dia meninggal secara syahid. Dia sedang menjalankan tugas. Jalannya akan dimudahkan, mama baru agak tenang,” ujar Fera.
Rodiah Nasution, istri Yudis, turut serta dalam pencarian pada hari kelima di perairan Selat Sunda menggunakan kapal Basarnas, mengelilingi Pulau Sebesi dan Pulau Pajang.
| Baca Juga: Peringati 25 Tahun Tragedi 9/11, Drone Show di New York 'Hidupkan' Kembali Twin Towers WTC
“Semoga suami, rekan-rekan, serta kru bisa selamat dan ada petunjuk,” katanya, seraya berterima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah bekerja maksimal.
“Saya sebagai istri ikut memantau bisa lebih kuat, lebih sehat lagi secara fisik dan mental, supaya bisa terus mendampingi anak-anak juga sambil menunggu kabar baik dari suami saya,” jelasnya.
Meski belum ada titik terang, Diah mengaku merasa lebih tenang karena sudah terjun langsung ke lokasi tempat suaminya hilang kontak. “Karena saya yakin dan optimis suami dan rekan-rekannya masih ada dan saya menunggu,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Posko SAR Gabungan Marina Carita, Banten, Senin (14/9/2026), menegaskan pencarian dilanjutkan selama tiga hari atas permintaan keluarga dan perkembangan situasional.
| Baca Juga: Rekor Harta Gono Gini Terbesar Korsel, Miliarder Kwon Hyuk Bin Serahkan Saham Rp33 T ke Eks Istri
“Hasil rapat koordinasi bersama Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” pungkasnya. Operasi yang telah memasuki hari ketujuh ini melibatkan 18 kapal, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, Polda Banten memastikan sesosok mayat yang ditemukan di Muara Sungai Kali Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten, pada Sabtu (12/9/2026), bukan berasal dari rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
“Dua hari kemarin ditemukan sesosok mayat di sekitaran Muara Sungai Kali Terate di Kramatwatu. Dari hasil data primer, dipastikan mayat tersebut bukan dari teman-teman yang hilang kontak speedboat Arupadhatu,” ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea.
Polisi juga memastikan tiga jaket pelampung, terpal, dan satu galon air mineral yang ditemukan saat operasi SAR hari keenam tidak berkaitan dengan rombongan jurnalis.
“Kami sudah melakukan pendalaman, sudah mengonfrontasi dengan pemilik kapal, sudah melakukan pencocokan. Dipastikan bahwa objek yang ditemukan ini tidak berkaitan dengan teman-teman dari speedboat Arupadhatu 1,” lanjutnya. (*)







