Mengapa Bangun setelah Tidur 6 Jam Terasa Lebih Segar daripada 8 Jam?
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleDalam satu siklus, tubuh melewati tidur ringan, tidur dalam, kemudian fase REM. Tidur dalam lebih banyak terjadi pada sepertiga awal malam, sedangkan periode REM cenderung semakin panjang menjelang pagi.
Karena itu, seseorang yang terbangun ketika sedang berada dalam tidur dalam bisa merasa lebih linglung dibandingkan ketika bangun pada fase tidur yang lebih ringan.
| Baca Juga: 5 Manfaat Teh Hijau untuk Tubuh, dari Jaga Jantung hingga Bantu Diet
Inilah salah satu alasan tidur enam jam terkadang terasa lebih menyegarkan daripada delapan jam.
Namun, menghitung mundur waktu tidur menggunakan kelipatan 90 menit bukan cara pasti untuk menentukan waktu bangun. Siklus setiap orang berbeda dan tidak bisa dipastikan hanya melalui kalkulator tidur.
Inersia Tidur dan Jam Biologis Ikut Berperan
Rasa berat, linglung, dan sulit berkonsentrasi sesaat setelah bangun dikenal sebagai sleep inertia atau inersia tidur. Kondisi ini lebih terasa ketika seseorang terbangun mendadak dari tidur dalam atau sedang memiliki kekurangan tidur.
Selain itu, ritme sirkadian atau jam biologis tubuh turut menentukan kapan seseorang merasa mengantuk dan lebih waspada.
| Baca Juga: Air Mineral Tak Selalu Tawar, Ini Penjelasan Dokter soal Rasa dan Kandungan Mineralnya
Dilansir dari Cleveland Clinic, ritme ini mengikuti pola sekitar 24 jam dan dipengaruhi oleh cahaya, jadwal tidur, aktivitas, serta stres.
Jadi, tidur delapan jam pada waktu yang tidak selaras dengan jam biologis bisa membuat seseorang tetap merasa lelah saat bangun. (*)







