Tiga Pilar Utama Menuju Generasi Hebat

Menurutnya, kolaborasi antarelemen adalah kunci untuk melindungi masa depan anak-anak Indonesia. Veronika Tan mengajak pemerintah, pihak swasta seperti Lemonilo, dan komunitas lokal seperti KGJ untuk berhenti bekerja secara parsial atau sendiri-sendiri.

Sejalan dengan misi perlindungan anak, Shinta Nurfauzia, Co-Founder & Co-CEO Lemonilo, mengungkapkan komitmennya melalui visi 'Menuju Generasi Hebat'. Dalam pandangannya, membangun generasi masa depan membutuhkan tiga pilar utama yang saling berkaitan.

Pertama adalah fisik. Shinta menjelaskan bahwa nutrisi adalah fondasi utama. Pihaknya aktif berpartisipasi dalam komunitas yang fokus pada isu gizi anak Indonesia.

| Baca Juga: Kisah Cucu Pakai Gaun Pengantin Mendiang Nenek dari Tahun 60-an di Hari Pernikahan

"Kedua adalah pendidikan. Saya mengapresiasi langkah KGJ yang memberikan pelajaran matematika, bahasa Inggris, hingga musik pada akhir pekan. Tidak cuma tubuhnya, tapi otaknya juga harus dikembangkan," jelas Shinta.

Sedangkan hal ketiga adalah jiwa. Isu kesehatan mental (mental health) baik bagi anak maupun orang tua menjadi fokus yang tidak boleh ditinggalkan.

"Tiga hal yang berhubungan dengan fisik, otak, dan jiwa yang sehat adalah jenis komunitas yang konsisten kami dukung," tegasnya.

Shinta juga mengaku sangat terinspirasi oleh konsistensi KGJ dan para relawannya yang telah bergerak sejak tahun 2010.

| Baca Juga: Demi Kembalikan Fungsi Hutan, Jerhemy Owen Tebang Sawit Ilegal dan Tanam 170 Ribu Pohon di Aceh

"Mereka mengurus 97 anak sambil tetap bekerja di hari biasa. Ini sangat menginspirasi. Saya juga mengapresiasi warga sekitar yang mau memberikan tempat meski di lokasi seperti ini," imbuhnya.

'Kado Manis' dan Tantangan Digitalisasi di Lapisan Bawah

1 2 3

Tags: