Komunitas Gumul Juang Ajak Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Rayakan Hari Anak Nasional
Sejak berdiri pada 2010, KGJ secara rutin memberikan pendidikan nonformal kepada anak-anak setiap akhir pekan. Hingga kini, sebanyak 97 anak aktif mengikuti berbagai kegiatan belajar yang difasilitasi komunitas tersebut.
Program yang diberikan tidak hanya mencakup pelajaran akademik seperti matematika dan bahasa Inggris, tetapi juga mulai dikembangkan ke bidang seni musik serta pendidikan digital.
Perwakilan KGJ, Daniel, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan. Baginya, kunjungan pejabat negara dan pihak swasta ke kolong jembatan adalah sebuah bentuk pengakuan bagi anak-anak marjinal.
| Baca Juga: Ahli Waris Pattimura Usulkan Kediaman Thomas Matulessy Jadi Museum
"Kami bersyukur sekali di Hari Anak ini kami mendapatkan 'kado manis'. Itu adalah hal yang paling luar biasa, karena tidak semua brand mau turun langsung ke bawah," ungkap Daniel dengan haru.
Selain perhatian, juga diberikan bantuan fisik berupa unit Laptop dan Smart TV. Bantuan ini merupakan jawaban atas kebutuhan KGJ untuk memulai program digitalisasi bagi anak-anak pinggiran.
"Anak-anak suka dunia TikTok, maka kami mencoba memperkenalkan bagaimana mengedukasi teknologi ini ke arah yang lebih baik. Perkembangan digital bukan hanya untuk kalangan atas. Kalangan bawah pun akan mengalaminya," kata Daniel.
Daniel mengakui bahwa mengarahkan anak-anak di pemukiman padat terhadap penggunaan teknologi yang positif adalah tantangan tersendiri.
| Baca Juga: Talitha Shahiza, Wanita Asal Gresik Tekuni Profesi Caster E-Sport yang Jarang Digeluti
Dengan adanya bantuan alat tersebut, KGJ berkomitmen untuk mengawal literasi digital anak-anak Rawa Bunga agar tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pemanfaat teknologi yang cerdas.
"Apa yang dititipkan kepada kami menjadi amanah. Kami berharap kelak ketika ada kunjungan lagi, mereka bisa melihat dampak yang luar biasa, bukan hanya sebatas ini saja," pungkasnya optimis. (*)







