Amanda Manopo Alami Mata Minus Usai Melahirkan, Begini Fakta Medisnya
VIVIA MEDIA — Aktris Amanda Manopo mengeluhkan gangguan penglihatan setelah melahirkan putranya, Baby Zac. Ia mengungkap matanya mengalami miopia alias rabun jauh atau mata minus.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan membaca tulisan dari jarah jauh, sehingga perlu menggunakan kacamata.
"Semenjak lahiran, gue ngerasa kok mata gue agak aneh apa kecapekan atau gimana. Minus, gimana ini. Masa suami istri berkacamata dua-duanya," ujarnya dalam unggahan Instagram story belum lama ini.
Diketahui, Amanda Manopo melahirkan putra pertamanya dari Kenny Austin pada 6 Juni 2026. Ia menjalani proses persalinan melalui operasi caesar di Rumah Sakit JWCC Jakarta.
| Baca Juga: Amanda Manopo Alami Mata Minus Usai Melahirkan, Bisa Normal Lagi?
Saat ini, wanita berusia 26 tahun itu tengah menikmati kehidupannya sebagai ibu baru. Namun ia belum mengungkap paras dan nama lengkap sang anak ke publik.
Mata Minus Setelah Melahirkan, Normalkah?
Melansir dari laman Total Vision LLC, Kamis (3/9/2026), perubahan penglihatan pascamelahirkan (postpartum) adalah hal yang umum terjadi pada ibu baru.
Beberapa perubahan penglihatan yang sering dialami ibu, yaitu penglihatan buram, mata kering, sensitivitas terhadap cahaya, muncul bintik hitam atau kilatan cahaya.
Salah satu penyebabnya adalah pengaruh hormon. Fluktuasi hormon, khususnya estrogen dan progesteron, dapat memengaruhi retensi cairan tubuh, aliran darah, hingga mengubah bentuk kornea.
Artikel 'Physiological and Pathological Changes to the Eye and Vision During and After Pregnancy' yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional Clinical and Experimental Optometry (CXO) pada 2024 menyebut, retensi cairan pada tubuh ibu hamil dapat menyebabkan kornea menebal dan membelok.
| Baca Juga: Pasca Melahirkan, Amanda Manopo Alami Rambut Rontok hingga Mom Brain
Perubahan bentuk kornea itu dapat memicu perubahan refraksi (pembelokan atau pembiasan cahaya oleh kornea agar bayangan benda jatuh tepat di atas retina) sehingga menyebabkan penglihatan sedikit samar selama masa kehamilan.
Umumnya kondisi tersebut dapat pulih dengan sendirinya dalam 3 bulan pascamelahirkan.
Penumpukan cairan juga dapat memengaruhi ketebalan dan kelengkungan lensa mata, yang mana dapat memicu mata minus dan sulit fokus pada jarak dekat.
Sementara penelitian 'The Influence of Childbirth Procedures to the Axial Length and Sclera Rigidity' yang diterbitkan di jurnal Ophthalmologica Indonesiana pada 2015 mendapati bahwa beberapa ibu setelah melahirkan mengalami perubahan panjang aksial atau panjang sumbu bola mata.
Panjang aksial adalah ukuran jarak dari permukaan depan mata (kornea) hingga ke retina di bagian paling belakang mata. Pada mata normal, panjang aksial umumnya antara 23 hingga 24 milimeter (mm).
| Baca Juga: Merasa Cuma Kelebihan Berat Badan? Hati-Hati Bisa Jadi Sudah Obesitas
Hasil penelitian tersebut, yang dilakukan terhadap 60 subjek, menemukan bahwa pada ibu yang melahirkan normal, panjang sumbu bola mata memanjang sekitar 0,39 mm. Sedangkan sumbu bola mata ibu yang melahirkan secara caesar memanjang sekitar 0,35 mm.
Ketika sumbu bola mata semakin panjang, cahaya yang seharusnya jatuh tepat di retina justru jatuh di depannya. Sehingga penglihatan pun menjadi buram.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski kondisi penglihatan yang memburuk pada ibu hamil dan setelah melahirkan bisa kembali normal dengan sendirinya, ibu juga perlu waspada jika kondisi tersebut terjadi dalam waktu lama dan disertai dengan gejala lain, seperti nyeri kepala dan nyeri di sekitar mata.
Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)







