Air Mineral Tak Selalu Tawar, Ini Penjelasan Dokter soal Rasa dan Kandungan Mineralnya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tengah menjamurnya berbagai merek air mineral dalam kemasan (AMDK) di pasaran, tidak sedikit masyarakat yang masih dibayangi rasa bingung.
Seperti apakah sebenarnya air minum yang ideal dan menyehatkan bagi tubuh? Apakah air yang berkualitas harus benar-benar tawar tanpa rasa, atau wajar jika menyisakan sensasi rasa tertentu di lidah?
Menjawab keraguan tersebut, Principal Researcher, Dr. dr. Dien Kurtanty, M.K.M meluruskan sejumlah miskonsepsi seputar karakteristik air minum kemasan.
Berdasarkan penelitian 'Linking Ionic Composition to Sensory Attributes in Mineral Water: A Temporal Sensory and Consumer Perception Study’ dr. Dien mengkaji hubungan antara komposisi mineral, persepsi sensorik, serta preferensi konsumen melalui analisis laboratorium, ujisensorik temporal, dan uji penerimaan konsumen.
| Baca Juga: Osteoporosis Mengintai Tanpa Gejala, Kesehatan Tulang Perlu Dijaga Sejak Muda
“Perbedaan rasa pada air mineral selama ini sering kali dipandang sebagai preferensi subjektif. Jadi penelitian ini memberikan pendekatan ilmiah untuk melihat bagaimana perbedaan komposisi mineral dapat berkontribusi terhadap persepsi rasa dan penerimaan konsumen,” kata dr. Dien dalam diskusi Hasil Riset Buktikan Komposisi Mineral Bisa Pengaruhi Rasa Air Mineral, di Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Tak Sekadar Tawar, Air Berkualitas Punya Profil Sensorik
Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa air minum yang layak konsumsi dan jernih semestinya terasa hambar atau netral seutuhnya. Namun, hasil pengujian ilmiah membuktikan anggapan tersebut keliru.
"Awalnya kita berpikir air yang jernih dan sesuai standar air layak minum itu harus netral atau hambar. Padahal ternyata tidak demikian," ungkap dr. Dien.
Namun setelah melalui penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa air dengan komposisi mineral yang seimbang dan kadar TDS (Total Dissolved Solids) yang moderat justru memiliki preferensi sensorik rasa yang cenderung diterima dan disukai oleh panelis.
| Baca Juga: Asap Karhutla Capai Jakarta, IDAI Ingatkan Bahaya dan Cara Lindungi Anak
dr. Dien menambahkan bahwa air mineral memiliki ragam profil sensorik yang kaya. Pada beberapa sampel, muncul persepsi pahit mineral, sensasi kering di rongga mulut, hingga jejak sensasi manis yang sangat tipis (faint/thin sweet).
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa aspek keamanan air minum tetap menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Rasa yang nyaman harus selalu berjalan beriringan dengan standar kelayakan konsumsi resmi.
Rahasia di Balik Sensasi 'Manis Tipis' pada Air Mineral
Fenomena munculnya rasa manis tipis saat meneguk air mineral tertentu kerap mengundang rasa penasaran. Secara ilmiah, fenomena ini berkaitan erat dengan keberadaan mineral esensial seperti bikarbonat, natrium, magnesium, dan kalsium, didukung kadar TDS moderat di kisaran 190-an.
"Secara teori, bikarbonat berfungsi sebagai sistem penyangga (buffer) asam-basa. Ketika air diminum, senyawa ini berinteraksi dengan rongga mulut serta saliva (air liur), yang kemudian menstimulasi persepsi sensorik manis yang sangat tipis tadi," jelas dr. Dien.
| Baca Juga: Blueberry atau Anggur, Mana yang Lebih Aman untuk Gula Darah?
Rasa manis ini tentu sangat berbeda dengan manis dari pemanis buatan maupun gula tebu.
"Pada pengujian kami, sampel air mineral dengan komposisi tertentu memang dapat diidentifikasi memiliki sensasi rasa manis. Namun, jangan dibayangkan seperti
rasa manis gula; intensitasnya sangat tipis. Tentu masyarakat awam mungkin tidak langsung menyadarinya," jelas wanita yang juga dosen Universitas Esa Unggul Jakarta ini.
Jejak Bebatuan Alami yang Menentukan Rasa Air
Perbedaan rasa antara satu merek air minum dengan merek lainnya bukan terjadi secara kebetulan atau karena penambahan zat artifisial. Menurutnya juga dipengaruhi langsung oleh letak geografis sumber mata airnya.
| Baca Juga: Sama-Sama Cocok untuk Diet, Ini Perbedaan Cheat Meal dan Cheat Day yang Wajib Diketahui
"Tentu rasanya berbeda-beda karena kandungan, jenis mineral, serta komposisi ioniknya berlainan. Sumber mineral tersebut berasal dari bebatuan alam. Air yang mengalir melewati lapisan bebatuan bawah tanah akan melarutkan serta membawa mineral-mineral yang terkandung pada batuan tersebut," terang dr. Dien.
Air kaya mineral alami tersebut kemudian diproses sesuai standar mutu, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), agar higienis dan terbebas dari kontaminan tanpa menghilangkan jejak kebaikan mineral aslinya. Kandungan alami inilah yang menjadi pembeda utama antara air mineral alami dan air minum biasa.
Cerdas Memilih: Jangan Sekadar Minum Air 'Kosongan'
dr. Dien mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dan cermat saat membeli air mineral kemasan. Konsumen disarankan rutin memeriksa label informasi nilai gizi guna memastikan kebutuhan mineral esensial harian tercukupi dengan baik.
"Mengenai pengaruhnya terhadap tubuh, air mineral alami yang tidak diberi bahan tambahan kimia apa pun tentu sudah teruji keamanannya dan baik untuk kesehatan," tegasnya.
| Baca Juga: Ukuran Kaki Makin Besar meski Sudah Dewasa? Ini Penjelasan Dokter
"Meskipun konsentrasi mineral mikro dalam air relatif kecil, untuk konsumsi harian kita tentu lebih memilih air minum yang berkualitas dan tidak sekadar 'kosongan' tanpa kandungan mineral," pungkasnya.
Tips Cermat Memilih Air Mineral Kemasan
Agar tidak hanya terpaku pada rasa, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan konsumen saat memilih air mineral:
1. Periksa label kandungan mineral. Cermati informasi komposisi mineral, seperti kalsium, magnesium, natrium, dan bikarbonat, jika dicantumkan pada kemasan.
2.Pastikan memenuhi standar keamanan. Pilih produk yang memenuhi persyaratan air minum dan standar yang berlaku. Kejernihan serta rasa tawar saja tidak cukup untuk memastikan keamanan air.
| Baca Juga: Lutut Sering Nyeri Saat Berdiri atau Naik Tangga? Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Osteoartritis
3.Jangan takut pada perbedaan rasa. Air mineral dapat memiliki karakter rasa berbeda akibat komposisi mineralnya. Sensasi manis tipis tidak sama dengan rasa manis gula dan tidak otomatis menunjukkan adanya tambahan pemanis.
4.Pertimbangkan kenyamanan rasa. Pilih air dengan rasa yang nyaman dan disukai agar kebutuhan minum sehari-hari lebih mudah terpenuhi. Namun, jangan menjadikan rasa sebagai satu-satunya tolok ukur kualitas.
5. Jangan terpaku pada angka TDS. Kadar TDS menggambarkan jumlah padatan terlarut, tetapi tidak bisa berdiri sendiri untuk menentukan keamanan atau kualitas air. Komposisi mineral dan pemenuhan standar juga perlu diperhatikan. (*)







